Damkarmat Metro Terima Ratusan Laporan di 2025, Mulai Kebakaran, Ular Hingga Cincin Terjepit
Kabid Damkarmat Satpol-PP Kota Metro, Marwan Hakim. Foto: Arby/kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Metro - Jika selama ini masyarakat mengira petugas pemadam kebakaran hanya datang ketika api membara dan bangunan dilalap si jago merah, maka data pengaduan tahun 2025 membantah anggapan itu mentah-mentah.
Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Satpol-PP Kota Metro telah menjelma menjadi pasukan serba bisa yang bukan hanya memadamkan api, tetapi juga menyelamatkan manusia, hewan, bahkan benda-benda kecil yang terjebak dalam situasi darurat.
Berdasarkan rekapitulasi resmi pengaduan masyarakat tahun 2025, Damkar dan Penyelamatan Kota Metro menangani puluhan kasus kebakaran dan ratusan kasus non-kebakaran, mulai dari evakuasi ular, sarang tawon, kucing di sumur, hingga melepas cincin yang terjepit di jari warga.
Hal tersebut bukan sekadar statistik, ini adalah potret wajah kota, dengan segala kepanikannya, ketidaksiapannya, dan sekaligus ketergantungannya pada negara saat situasi genting datang tanpa aba-aba.
Kabid Damkarmat Satpol-PP Kota Metro, Marwan Hakim mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, Damkar Metro menangani sedikitnya 65 kasus kebakaran dengan variasi yang mencerminkan kompleksitas risiko di masyarakat.
Tidak hanya rumah tinggal, api juga melahap dapur rumah makan, bengkel, gudang, warung, lahan kosong, hingga kendaraan bermotor dan mobil. Pola kasus menunjukkan bahwa sebagian besar kebakaran dipicu oleh Korsleting listrik, Kebocoran tabung gas LPG, Kelalaian di dapur rumah tangga dan Pembakaran lahan serta tumpukan material mudah terbakar.
"Semua kami layani, setiap laporan dan tanpa terkecual. Alhamdulillah semuanya berstatus terlayani. Artinya, tak satu pun pengaduan yang dibiarkan menggantung tanpa penanganan," kata Hakim saat diwawancarai awak media Kamis (8/1/2026).
Di balik kata terlayani itu, ada petugas yang berangkat tengah malam, menembus hujan, asap, dan kepanikan warga. Bagi masyarakat, api adalah musuh. Bagi Damkar, api adalah panggilan tugas.
Namun, yang membuat data ini benar-benar unik adalah deretan laporan non-kebakaran. Jumlahnya bukan puluhan, tapi ratusan. Dan isinya, jauh dari kesan biasa.
"Petugas Damkar Metro dipanggil untuk mengevakuasi ular, biawak, tokek, kukang, burung hantu, hingga musang. Ada yang meminta tolong untuk mengambil kucing di pohon, di sumur, atau terjebak di atap rumah," cerita Hakim.
"Ada pula pengaduan yang meminta petugas kami membersihkan sarang tawon, mengambil handphone yang jatuh ke selokan, membuka mobil dan rumah yang terkunci dan ada juga yang mengeluarkan motor yang terperosok ke septic tank," imbuhnya sembari tersenyum kecil.
Tak hanya itu, di Metro Damkar bukan lagi sekadar pemadam. Mereka adalah penyelamat, teknisi darurat, penjinak hewan liar, hingga tukang kunci dalam kondisi genting.
"Yang sering lagi penyelamatan untuk melepaskan cincin yang terjepit di jari, membantu korban kecelakaan, bahkan membantu warga yang ketakutan pulang ke rumahnya sendiri," ucapnya.
Satu hal yang mencolok dari dokumen ini adalah konsistensi, semua pengaduan berstatus Terlayani. Tidak ada yang diabaikan. Tidak ada yang ditolak karena dianggap sepele.
Dalam satu tahun, Damkarmat Kota Metro menerima ratusan panggilan dengan latar belakang sosial yang beragam. Dari ibu rumah tangga, pedagang, pelajar, hingga aparat kepolisian. Semua diperlakukan sama, yaitu dilayani, ditangani, diselamatkan.
"Ini bukan sekadar pelayanan publik. Ini adalah bentuk paling nyata dari kehadiran negara di saat warganya panik," ujarnya.
Di tengah birokrasi yang sering dikritik lamban, kaku, dan berbelit, data ini justru menampilkan wajah lain dari aparatur negara yang cepat, responsif, dan manusiawi.
Ketika ular masuk rumah, warga tidak menghubungi laboratorium biologi. Mereka menghubungi Damkar Kota Metro. Ketika cincin terjepit dan jari membengkak, mereka tidak langsung ke bengkel. Mereka menghubungi Damkar. Ketika anak terkunci di dalam ruangan, mereka tidak tahu harus berbuat apa. Mereka menghubungi Damkar, dan Damkar datang.
Ratusan laporan ini adalah cermin realitas Kota Metro, kota yang terus tumbuh, tetapi juga penuh risiko. Kabel tua, dapur sempit, kendaraan padat, pemukiman rapat, dan interaksi manusia dengan alam yang makin intens.
Di balik sirene yang meraung dan mobil merah yang melaju kencang, ada manusia-manusia yang siap menghadapi apapun, dari api besar hingga kucing kecil yang terjebak di pohon.
Tahun 2025 membuktikan bahwa Damkarmat Kota Metro bukan sekadar unit pemadam kebakaran. Mereka adalah avatar penjinak api bak film fantasi, penyelamat dari hewan liar alias pawang, pembuka pintu harapan alias tukang, penolong dalam kepanikan dan wajah paling nyata dari negara yang hadir.
Dan mungkin, dalam diam mereka telah menyelamatkan lebih banyak hal daripada yang tercatat di laporan. Dengan ketenangan, rasa aman, dan keyakinan bahwa ketika keadaan darurat datang, selalu ada yang siap menolong. (*)
Berita Lainnya
-
Puluhan Honorer Non-Database Kepung Pemkot Metro, Tuntut Realisasi Janji Politik
Jumat, 09 Januari 2026 -
Tak Kunjung Diperhatikan, Warga Secara Swadaya Perbaiki Jalan Provinsi di Metro Utara
Jumat, 09 Januari 2026 -
Ketika Jurnalisme Tergelincir Menjadi Alat Propaganda, Oleh: Arby Pratama
Jumat, 09 Januari 2026 -
PUTR Metro Ungkap Potensi Berkurangnya Anggaran Infrastruktur 2026, Ini Dampaknya
Kamis, 08 Januari 2026









