• Senin, 12 Januari 2026

Guru SD Negeri 3 Sindang Sari Lampung Utara Keluhkan MBG Tidak Layak Konsumsi, Tempe Pahit dan Buah Busuk

Senin, 12 Januari 2026 - 16.56 WIB
51

Potongan video guru memperlihatkan makanan MBG yang diterima SD Negeri 3 Sindang Sari, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara. Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Lampung Utara - Kualitas Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 3 Sindang Sari, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, dikeluhkan pihak sekolah. Makanan yang diterima dinilai tidak layak konsumsi dan berpotensi membahayakan kesehatan peserta didik.

Keluhan tersebut terekam dalam sebuah video yang diterima redaksi kupastuntas.co, Senin (12/01/2026). Dalam video itu, tampak dua orang guru memperlihatkan makanan MBG yang diterima sekolah, didampingi oleh sejumlah murid SD setempat.

Salah satu guru dalam video tersebut secara tegas menyampaikan bahwa makanan MBG yang diterima tidak layak dikonsumsi. Ia kemudian bertanya langsung kepada murid-murid mengenai kondisi makanan tersebut.

"Ini saya mau sampaikan, makanan MBG yang kami terima di SD Negeri 3 Sindang Sari ini tidak layak dikonsumsi. Ini tempenya sudah busuk. Kamu orang, anak-anak, bagaimana merasakan tempenya?” tanya guru tersebut.

Murid-murid menjawab “Pahit".

Guru itu lalu melanjutkan pertanyaannya, “Kalau buahnya bagaimana?”

Murid-murid menjawab, “Busuk".

Ia kembali bertanya mengenai kondisi sayuran.

“Sayurnya bagaimana rasanya?”

Murid-murid menjawab, “Berlendir".

Menanggapi hal tersebut, guru tersebut menegaskan bahwa kondisi makanan seperti itu sangat berbahaya bagi anak-anak.

“Ini sangat berbahaya, ini bisa meracuni anak-anak kami sebagai penerima manfaat Makanan Bergizi Gratis,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa pihak sekolah terpaksa melayangkan komplain secara terbuka karena persoalan ini menyangkut kesehatan dan keselamatan peserta didik.

“Kami menyampaikan komplain ini karena menyangkut kesehatan dan keselamatan anak-anak. Kami tidak mau anak-anak kami diracuni dengan makanan seperti ini,” tegasnya.

Dalam video tersebut, guru itu juga secara khusus meminta agar persoalan ini disampaikan langsung kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Ia menyebut nama Pak Mardianto, yang disebut sebagai anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

"Pak Mardianto, Anda sebagai Paspampres, tolong sampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait dapur MBG pengelola makanan ini,” katanya.

Selain soal kualitas makanan, guru tersebut juga mengungkapkan bahwa selama tiga minggu terakhir tidak ada lagi distribusi MBG ke sekolah mereka. Ia menyebut dapur MBG yang menjadi pengelola program tersebut tidak lagi beroperasi.

"Sudah tiga minggu terakhir tidak ada distribusi MBG ke sekolah kami. Dapur MBG-nya tidak beroperasi,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan yang diterimanya, pihak dapur MBG menyebutkan bahwa anggaran dari pusat tidak turun, sehingga distribusi terhenti. Bahkan, disebutkan pula bahwa selama tiga minggu terakhir anggaran MBG tersebut tidak diambil dari pusat.

"Alasannya mereka bilang anggaran dari pusat tidak turun. Mereka juga bilang anggaran MBG selama tiga minggu ini tidak mereka ambil dari pusat,” ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pengelola dapur MBG maupun instansi terkait mengenai kualitas makanan yang dikeluhkan serta terhentinya distribusi MBG di SD Negeri 3 Sindang Sari. (*)