• Rabu, 14 Januari 2026

Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Laksanakan Kunjungan Proyek Untuk Mata Kuliah K3 di Pembangunan New WTP Krenceng Tahap 2 Cilegon

Rabu, 14 Januari 2026 - 08.27 WIB
19

Universitas Teknokrat Indonesia melaksanakan kegiatan kunjungan proyek pada mata kuliah Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di Pembangunan New WTP Krenceng Tahap 2 Cilegon. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pembelajaran dan pemahaman mahasiswa terhadap penerapan ilmu di dunia kerja, Universitas Teknokrat Indonesia melaksanakan kegiatan kunjungan proyek pada mata kuliah Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 10 Januari 2026, bertempat di proyek pembangunan New Water Treatment Plant (WTP) Krenceng Tahap 2 yang berlokasi di Kota Cilegon, Provinsi Banten. Kunjungan proyek ini diikuti oleh mahasiswa yang sedang menempuh mata kuliah K3 serta didampingi oleh dosen pengampu.

Kunjungan proyek merupakan salah satu metode pembelajaran yang dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam mengamati penerapan teori yang telah dipelajari di dalam kelas. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami secara nyata bagaimana sistem K3 diterapkan pada proyek konstruksi berskala besar yang memiliki tingkat risiko kerja cukup tinggi. Proyek pembangunan New WTP Krenceng Tahap 2 dipilih sebagai lokasi kunjungan karena memiliki kompleksitas pekerjaan yang beragam serta penerapan standar keselamatan kerja yang ketat.

Pada awal kegiatan, mahasiswa dan dosen pendamping diterima oleh perwakilan manajemen proyek. Pihak pengelola proyek memberikan pemaparan umum mengenai profil proyek, ruang lingkup pekerjaan, serta tahapan pembangunan New WTP Krenceng Tahap 2. Selain itu, dijelaskan pula peran strategis proyek ini dalam mendukung penyediaan air bersih bagi masyarakat, khususnya di wilayah Cilegon dan sekitarnya. Pemaparan tersebut memberikan gambaran awal kepada mahasiswa mengenai pentingnya proyek dari sisi teknis maupun sosial.

Selanjutnya, pihak proyek menyampaikan penjelasan khusus terkait penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di lingkungan proyek. Mahasiswa diberikan pemahaman mengenai kebijakan K3 yang diterapkan, mulai dari perencanaan keselamatan, identifikasi bahaya dan penilaian risiko, hingga langkah-langkah pengendalian yang dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Penjelasan ini menekankan bahwa penerapan K3 bukan hanya sebagai kewajiban administratif, melainkan sebagai bagian dari budaya kerja yang harus dijalankan secara konsisten oleh seluruh pekerja proyek.

Dalam sesi tersebut, mahasiswa juga diperkenalkan dengan berbagai alat pelindung diri (APD) yang wajib digunakan oleh setiap individu yang memasuki area proyek. APD yang digunakan antara lain helm keselamatan, rompi reflektif, sepatu safety, serta perlengkapan pendukung lainnya sesuai dengan jenis pekerjaan yang dilakukan. Pihak proyek menegaskan bahwa kepatuhan terhadap penggunaan APD merupakan langkah dasar namun sangat penting dalam meminimalkan risiko kecelakaan kerja.

Setelah pemaparan materi, mahasiswa diajak untuk melakukan observasi langsung ke area proyek dengan tetap mengikuti prosedur keselamatan yang telah ditetapkan. Dalam kegiatan observasi ini, mahasiswa dapat melihat secara langsung aktivitas konstruksi yang sedang berlangsung, termasuk pengaturan area kerja, rambu-rambu keselamatan, jalur evakuasi, serta penerapan sistem pengawasan K3 di lapangan. Pengalaman ini memberikan gambaran nyata mengenai potensi bahaya kerja yang dapat muncul serta upaya pengendalian yang dilakukan oleh manajemen proyek.

Melalui observasi lapangan, mahasiswa juga belajar untuk mengidentifikasi berbagai risiko kerja yang mungkin terjadi, seperti risiko jatuh dari ketinggian, tertimpa material, hingga paparan lingkungan kerja yang berbahaya. Dengan bimbingan dari dosen dan penjelasan dari pihak proyek, mahasiswa diajak untuk mengaitkan kondisi di lapangan dengan konsep dan teori K3 yang telah dipelajari sebelumnya. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan analisis mahasiswa terhadap penerapan K3 secara komprehensif.

Kegiatan kunjungan proyek ini memberikan manfaat yang signifikan bagi mahasiswa, tidak hanya dari sisi pengetahuan teknis, tetapi juga dalam membentuk sikap dan kesadaran akan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja. Mahasiswa diharapkan mampu memahami bahwa penerapan K3 merupakan tanggung jawab bersama dan menjadi faktor penting dalam menunjang keberhasilan suatu proyek konstruksi. Kesadaran ini sangat diperlukan sebagai bekal bagi mahasiswa ketika memasuki dunia kerja di masa mendatang.

Bagi Universitas Teknokrat Indonesia, kegiatan ini merupakan wujud komitmen dalam menyelenggarakan pendidikan yang aplikatif dan selaras dengan kebutuhan industri. Melalui pembelajaran berbasis pengalaman lapangan, mahasiswa tidak hanya dibekali dengan kemampuan akademik, tetapi juga pemahaman praktis yang relevan dengan kondisi nyata di dunia kerja. Kunjungan proyek seperti ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas lulusan.

Dengan terlaksananya kunjungan proyek mata kuliah Kesehatan dan Keselamatan Kerja di proyek pembangunan New WTP Krenceng Tahap 2, diharapkan mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia mampu mengimplementasikan nilai-nilai K3 secara profesional dan bertanggung jawab. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mempersiapkan generasi muda yang kompeten, berdaya saing, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap keselamatan dan kesehatan kerja di berbagai bidang industri. (**)