• Minggu, 18 Januari 2026

Banjir Rendam 115 Rumah di Lampung Utara, Tiga Kecamatan Terdampak

Minggu, 18 Januari 2026 - 09.52 WIB
34

Banjir Rendam 115 Rumah di Lampung Utara, Tiga Kecamatan Terdampak. Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Lampung Utara - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Lampung Utara sejak dini hari, Sabtu (17/1/2026), menyebabkan air sungai meluap dan merendam permukiman warga di tiga kecamatan. Total sebanyak 115 rumah dilaporkan terdampak banjir dengan ketinggian air bervariasi.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Utara, wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Kotabumi, Kotabumi Selatan, dan Abung Selatan.

Genangan terjadi setelah debit air sungai meningkat tajam akibat curah hujan tinggi yang berlangsung selama beberapa jam.

Kecamatan Kotabumi menjadi wilayah dengan jumlah rumah terdampak terbanyak. Di Kelurahan Cempedak tercatat 64 rumah warga terendam, sementara di Kelurahan Sribasuki sebanyak 33 rumah mengalami kondisi serupa. Air masuk hingga ke dalam rumah dan mengganggu aktivitas warga sejak pagi hari.

Selain merendam rumah, banjir juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah barang elektronik milik warga yang tidak sempat dievakuasi. Beberapa keluarga terlihat berusaha menyelamatkan perabot rumah tangga dan dokumen penting dari genangan air.

Di Kecamatan Kotabumi Selatan, banjir dilaporkan melanda dua kelurahan, yakni Kelurahan Kota Alam dan Kelurahan Tanjung Harapan. Total terdapat tujuh rumah warga yang terendam akibat luapan air sungai di wilayah tersebut.

Sementara itu, di Kecamatan Abung Selatan tercatat 11 rumah terdampak, masing-masing berada di Desa Candimas sebanyak tujuh rumah dan Desa Kalibening Raya sebanyak empat rumah.

Hingga siang hari, sebagian warga masih bertahan di rumah untuk mengamankan harta benda, sedangkan lainnya memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Salah seorang warga Kelurahan Cempedak, Lalan, mengeluhkan belum terealisasinya rencana pengerukan sungai yang sebelumnya dijanjikan pemerintah daerah.

“Katanya sih pemerintah mau keruk kali Way Umban yang sudah dangkal dan banyak sampah, tapi sampai saat ini tidak terealisasi,” keluhnya.

Kepala BPBD Lampung Utara, Erwin Syahputra, membenarkan peristiwa tersebut. “Intensitas hujan yang tinggi sejak dini hari menyebabkan air sungai meluap,” jelasnya.

Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret, termasuk normalisasi sungai, agar kejadian serupa yang kerap berulang setiap tahun tidak terus menambah jumlah rumah yang terdampak banjir. (*)