• Senin, 19 Januari 2026

Musrenbang Purwoasri, Pemkot Metro Prioritaskan Infrastruktur Penopang Pangan

Senin, 19 Januari 2026 - 15.10 WIB
53

Wakil Walikota Metro, Rafieq Adi Pradana saat memimpin Musrenbang di Purwoasri, Senin (19/1/2026). Foto: Arby/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Metro - Aula Kelurahan Purwoasri, Kecamatan Metro Utara, menjadi lokasi pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan sebagai bagian dari tahapan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Metro Tahun 2027.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh warga, pamong kelurahan, tokoh masyarakat, perwakilan RT dan RW, serta unsur perangkat daerah, Senin (19/1/2026).

Musrenbang ini menjadi forum untuk menjaring, membahas, dan menyepakati usulan prioritas pembangunan dari tingkat kelurahan yang selanjutnya akan dibahas di tingkat kecamatan dan kota.

Dalam forum tersebut, berbagai aspirasi warga disampaikan, mulai dari pembangunan infrastruktur, layanan dasar, hingga penguatan ekonomi masyarakat.

Wakil Walikota Metro, Dr. M. Rafieq Adi Pradana, menegaskan bahwa pembangunan fisik di Kota Metro harus selaras dengan arah kebijakan nasional, khususnya terkait swasembada pangan.

Ia mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur harus mendukung keberlanjutan sektor pertanian, terutama yang berkaitan langsung dengan ketersediaan air, akses lahan, dan perlindungan area produksi.

“Kalau kita bicara swasembada pangan, yang paling dulu harus aman itu airnya, jalannya, dan saluran yang menghidupkan sawah. Ini yang wajib kita dahulukan,” kata Rafieq.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah pusat saat ini menempatkan percepatan pembangunan, rehabilitasi, serta pemeliharaan jaringan irigasi sebagai salah satu fokus utama dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Menurutnya, ketersediaan air menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas masa tanam, mencegah kekeringan saat musim kemarau, serta meningkatkan produktivitas pertanian.

Rafieq menyampaikan bahwa wilayah Metro Utara masih memiliki potensi pertanian yang cukup besar, sehingga pembangunan infrastruktur penopang sektor pangan harus menjadi perhatian utama dalam perencanaan.

"Arahan pusat itu jelas, kita diminta membangun yang menguatkan pangan. Di Musrenbang seperti ini, kita perlu menentukan mana yang paling mendesak dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rafieq juga menjelaskan keterkaitan antara infrastruktur pertanian dan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, kondisi saluran irigasi yang terganggu dapat menyebabkan keterlambatan masa tanam, penurunan produktivitas, hingga peningkatan biaya produksi. 

Sementara itu, jalan usaha tani yang rusak dapat memengaruhi distribusi hasil panen dan meningkatkan ongkos angkut.

"Kita harus memahami bahwa persoalan irigasi dan akses lahan bukan hanya soal teknis, tetapi berdampak langsung pada pendapatan petani dan stabilitas harga pangan,” ujarnya.

Rafieq meminta agar setiap usulan yang diajukan dalam Musrenbang disusun secara jelas, mencakup lokasi, permasalahan yang dihadapi, serta manfaat yang diharapkan.

Dengan demikian, pemerintah daerah dapat melakukan penilaian secara lebih terukur terhadap setiap usulan yang masuk.

Menurut Rafieq, pemerintah kota tidak hanya membutuhkan banyaknya usulan, tetapi lebih pada penentuan skala prioritas yang benar-benar berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

Ia juga menjelaskan bahwa tidak semua usulan dapat direalisasikan dalam satu tahun anggaran. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk memahami mekanisme perencanaan yang dilakukan secara bertahap dan berjenjang.

"Usulan dari RT dan RW dibahas di kelurahan, kemudian dibawa ke kecamatan, lalu diselaraskan dengan kemampuan anggaran dan program perangkat daerah di tingkat kota,” jelasnya.

Rafieq menyampaikan bahwa pemerintah akan menilai setiap usulan berdasarkan manfaat, urgensi, serta kesesuaiannya dengan arah kebijakan pembangunan.

Selain itu, ia menekankan pentingnya verifikasi lapangan oleh perangkat daerah agar setiap program yang dilaksanakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lokasi.

Ia juga mengatakan bahwa perencanaan yang baik harus didukung oleh data dan kondisi riil di lapangan.

Wakil Walikota tersebut juga menegaskan bahwa wilayah Metro Utara, termasuk Kelurahan Purwoasri, memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan Kota Metro.

Ia berharap hasil Musrenbang dapat menjadi dasar perencanaan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

"Tugas kita di daerah adalah menerjemahkan kebijakan nasional menjadi program nyata yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ungkapnya.

Musrenbang Kelurahan Purwoasri ini menjadi bagian dari rangkaian perencanaan pembangunan Kota Metro, yang diharapkan mampu menghasilkan kebijakan yang berpihak pada kebutuhan masyarakat serta mendukung ketahanan pangan daerah. (*)