MBG 2026: Target 33.000 Dapur hingga Anggaran Meroket Rp 335 Triliun
MBG 2026: Target 33.000 Dapur hingga Anggaran Meroket Rp 335 Triliun. Foto: Ilustrasi_AI
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Deru pembangunan dapur-dapur gizi kini menjadi penanda baru arah kebijakan pangan dan kesehatan nasional.
Di balik program Makan Bergizi Gratis (MBG), pemerintah menyiapkan lompatan besar pada 2026 dengan target 33.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar dari kota hingga wilayah terluar Indonesia.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyebut, ribuan dapur itu bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simpul distribusi gizi bagi 82,9 juta penerima manfaat.
Mereka bukan hanya pelajar, tetapi juga ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita yang selama ini belum seluruhnya terjangkau data negara.
Di kawasan padat penduduk, dapur-dapur gizi akan tumbuh secara aglomeratif dengan target sekitar 27.000 unit. Sementara di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar, pemerintah menyiapkan lebih dari 8.500 SPPG.
Daerah-daerah yang selama ini sulit dijangkau logistik justru menjadi perhatian khusus agar tak tertinggal dalam pemenuhan gizi.
Namun membangun dapur saja tak cukup. Dadan mengakui, pekerjaan besar lainnya adalah merapikan data penerima manfaat. Banyak pesantren belum tercatat resmi, begitu pula ibu hamil dan balita yang belum masuk basis data kependudukan.
BGN kini menelusuri satu per satu agar program tak menyisakan kelompok yang terlewat.
Ambisi itu datang bersama angka anggaran yang mencengangkan. Untuk 2026, pemerintah menyiapkan Rp 335 triliun, melonjak drastis dibanding tahun sebelumnya yang hanya Rp 71 triliun.
Dana itu terdiri dari pagu utama dan cadangan yang siap digunakan seiring meluasnya cakupan program.
Dengan infrastruktur yang terus bertambah, Dadan optimistis seluruh target bisa tercapai dalam waktu singkat.
Ia memperkirakan, paling lambat Mei 2026, seluruh jaringan dapur MBG sudah melayani penerima manfaat di berbagai daerah. Bahkan, hingga akhir Januari, jumlah SPPG yang terbentuk telah melampaui target awal.
Catatan setahun terakhir menjadi modal kepercayaan diri itu. Menurut BGN, sepanjang 2025 program ini telah menjangkau sekitar 55 juta orang dengan hampir 20 ribu dapur aktif.
Perjalanan masih panjang, tetapi bagi jutaan keluarga, dapur-dapur kecil itu perlahan menjelma menjadi harapan besar: sepiring makanan bergizi setiap hari, tanpa terkecuali. (*)
Berita Lainnya
-
Evaluasi Program MBG, Gubernur Lampung Mirza Tegaskan Menu Harus Sesuai SOP
Selasa, 20 Januari 2026 -
Satu Tahun Berjalan, Gubernur Mirzani Bakal Evaluasi Program MBG di Lampung
Selasa, 20 Januari 2026 -
Mahasiswa Universitas Teknokrat Latih Kompetensi Kesekretarisan Siswa SMKN Tanjung Sari Lamsel
Selasa, 20 Januari 2026 -
Satu Tahun Program MBG di Lampung, 903 SPPG Beroperasi, Baru 77 Kantongi SLHS
Selasa, 20 Januari 2026









