• Rabu, 21 Januari 2026

Uang Kartal Beredar Selama Nataru 2025/2026 di Lampung Turun 14 Persen

Rabu, 21 Januari 2026 - 13.19 WIB
24

Uang Kartal Beredar Selama Nataru 2025/2026 di Lampung Turun 14 Persen. Foto: Ist.

Sri

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Lampung memastikan ketersediaan uang kartal atau uang fisik selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat serta layanan perbankan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, menyampaikan bahwa uang kartal yang beredar selama periode Nataru pada Desember 2025 telah mampu memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat di Provinsi Lampung.

"Uang kartal yang beredar selama periode Nataru telah mencukupi kebutuhan layanan perbankan dan masyarakat Provinsi Lampung,” kata Bimo, Rabu (21/1/2026).

Namun demikian, secara jumlah, uang kartal yang beredar pada Nataru 2025/2026 mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Penurunan tercatat sebesar 14 persen dibandingkan Nataru 2024 yang mencapai Rp1 triliun, " katanya.

Bimo menjelaskan, penurunan tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor, di antaranya proses pencairan dana yang mengalami keterlambatan, kurang optimalnya hasil panen raya akibat cuaca buruk, serta perubahan pola transaksi masyarakat yang semakin beralih ke sistem pembayaran non tunai.

"Tren penggunaan pembayaran digital yang semakin meningkat turut memengaruhi kebutuhan uang tunai di masyarakat,” jelasnya.

Meski uang kartal yang beredar menurun, Bank Indonesia tetap melakukan langkah antisipatif dengan menyiapkan uang tunai dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode libur panjang.

Untuk wilayah Provinsi Lampung, Bank Indonesia telah menyiapkan uang kartal sebesar Rp2,3 triliun guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan transaksi masyarakat selama periode Nataru 2025.

"Jumlah uang yang disiapkan pada periode Nataru 2025 sebesar Rp 2,3 triliun, " jelasnya.

Bank Indonesia juga terus memastikan distribusi uang tunai berjalan lancar, serta mendorong penggunaan sistem pembayaran non tunai yang aman dan efisien di tengah masyarakat. (*)