• Senin, 26 Januari 2026

REI Sambut Positif Integrasi 8 Desa Jati Agung ke Bandar Lampung, Dinilai Picu Pertumbuhan Properti

Senin, 26 Januari 2026 - 11.28 WIB
34

Ketua DPD REI Lampung Yulia Gunawan. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - DPD Real Estate Indonesia (REI) menyambut positif rencana integrasi delapan desa di Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, ke dalam wilayah administrasi Kota Bandar Lampung.

Ketua DPD REI Lampung, Yulia Gunawan, mengatakan jika kebijakan tersebut akan menjadi katalisator besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di sektor properti dan real estate.

Dari perspektif industri real estate, Yulia menilai setidaknya terdapat tiga dampak utama yang akan muncul dari integrasi wilayah tersebut.

"Pertama akselerasi pembangunan infrastruktur yang dinilai akan semakin meningkatkan daya tarik Jati Agung sebagai kawasan hunian strategis di wilayah perkotaan," kata dia saat dimintai keterangan, Senin (26/1/2026).

Kedua, terjadi transformasi pasar properti. Kecamatan Jati Agung yang selama ini dikenal sebagai wilayah penyangga, diproyeksikan berkembang menjadi pusat pertumbuhan hunian menengah ke atas.

Hal ini sejalan dengan semakin intensifnya pembangunan kawasan perkotaan di sekitar Bandar Lampung.

"Jati Agung tidak lagi sekadar daerah penyangga, tetapi akan tumbuh sebagai kawasan hunian strategis dengan nilai tambah tinggi," ujar Yulia.

Dampak ketiga adalah lonjakan nilai aset yang diyakini akan memberikan kepastian keuntungan bagi investor maupun pemilik lahan.

Saat ini, Yulia mengungkapkan, baik perumahan subsidi maupun perumahan komersial sudah banyak berdiri di wilayah tersebut dan menunjukkan tren penjualan yang positif.

REI juga berharap proses transisi administrasi dan penataan ruang dapat berjalan secara mulus, terarah, dan berkelanjutan.

"Hal ini penting untuk menjaga iklim investasi properti tetap stabil dan sehat, sekaligus memberikan kepastian hukum bagi para pelaku usaha," kata dia.

Berdasarkan pengamatan REI, kawasan Jati Agung dan Institut Teknologi Sumatera (Itera) telah berkembang menjadi salah satu pusat pertumbuhan properti di Lampung.

Bahkan, sekitar 30 persen perusahaan pengembang perumahan subsidi di Lampung saat ini beroperasi di wilayah tersebut.

"Para pengembang sebenarnya sudah mengantisipasi lebih dulu. Terbukti, permintaan pasar cukup tinggi dan unit perumahan yang dibangun laku terjual," tutupnya.

Sebelumnya sebanyak delapan desa yang ada di Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, telah menyatakan persetujuan untuk bergabung ke Kota Bandar Lampung.

Delapan desa tersebut yakni Desa Purwotani, Desa Margorejo, Desa Sinar Rejeki, Desa Margo Mulyo, Desa Margodadi, Desa Gedung Agung, Desa Gedung Harapan, dan Desa Banjar Agung. (*)