Pemkot Ungkap Tiga Titik Pembangunan Koperasi Merah Putih di Metro
Wakil Wali Kota Metro, Dr. M. Rafieq Adi Pradana, saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Metro Selatan, Selasa (27/1/2026). Foto: Arby/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Metro - Program nasional Koperasi Merah Putih (KMP) di Kota
Metro mulai menunjukkan progres awal. Pemerintah pusat melalui kementerian
terkait menargetkan pembangunan koperasi tersebut sebagai instrumen penggerak
ekonomi kerakyatan hingga ke tingkat kelurahan.
Namun di lapangan, realisasinya masih bertahap dan menghadapi sejumlah kendala,
terutama soal ketersediaan lahan. Hal itu diungkapkan Wakil Wali Kota Metro,
Dr. M. Rafieq Adi Pradana, saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan
(Musrenbang) Kecamatan Metro Selatan, Selasa (27/1/2026).
Di hadapan masyarakat, Rafieq menyampaikan bahwa hingga saat ini baru
terdapat tiga titik lokasi KMP yang dipastikan akan dibangun di Kota Metro.
“Sekarang sudah ada tiga titik yang akan dibangun oleh kementerian.
Capaiannya adalah 22 kelurahan, bangunan Koperasi Merah Putih itu harus bisa
terbangun di Kota Metro supaya bisa mendorong pertumbuhan perekonomian
masyarakat di seluruh kelurahan,” kata Rafieq.
Dari tiga lokasi tersebut, dua di antaranya sudah mulai memasuki tahap
fisik awal. Rafieq menyebut, pembangunan di Kelurahan Purwoasri telah berjalan
dengan ditandainya pengerjaan pondasi bangunan. Sementara itu, lokasi di
Kelurahan Rejomulyo belum memulai pembangunan fisik, meski status lahan disebut
telah siap.
“Tadi saya cek untuk Rejomulyo belum mulai, tapi untuk lahannya insyaallah
sudah siap. Yang saya cek juga di Purwoasri sudah mulai bangun pondasi, dan
yang di Yosomulyo nanti akan saya cek juga,” jelasnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pelaksanaan program KMP di Metro masih
berada pada tahap awal, meski pemerintah daerah menargetkan cakupan pembangunan
yang cukup ambisius, yakni menyentuh seluruh 22 kelurahan.
Target ini sekaligus menempatkan KMP sebagai salah satu program strategis
nasional yang diharapkan mampu memperkuat basis ekonomi masyarakat dari bawah.
Saat ditanya mengenai kemungkinan penyelesaian pembangunan KMP pada tahun
2026, Rafieq menyatakan optimisme. Ia menilai program ini masuk dalam kategori
prioritas sehingga secara logika harus dikebut penyelesaiannya.
“Harusnya, sepertinya itu prioritas cepat selesai,” katanya.
Namun demikian, Rafieq tidak menampik adanya hambatan serius yang
berpotensi memperlambat realisasi KMP di seluruh kelurahan. Kendala utama yang
dihadapi, menurutnya, adalah ketersediaan lahan yang sesuai dengan kebutuhan
teknis pembangunan.
“Kendalanya di kelurahan lain itu ada pada lahan. Kebutuhannya itu adalah
seribu meter persegi kotak, sedangkan di kelurahan lain masih belum ketemu
lahannya,” ungkapnya.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa meski program telah dicanangkan secara
nasional, kesiapan daerah masih menjadi faktor penentu keberhasilan.
Persyaratan luas lahan yang mencapai 1.000 meter persegi menjadi tantangan
tersendiri, terutama di wilayah perkotaan dengan keterbatasan ruang.
Meski begitu, Pemerintah Kota Metro memastikan pencarian lahan akan terus
dilakukan demi memenuhi target pembangunan KMP secara menyeluruh.
“Tapi akan terus dicari, karena memang targetnya harus terbangun semua,”
tandas Rafieq.
Program Koperasi Merah Putih sendiri digadang-gadang sebagai motor baru
ekonomi kerakyatan. Namun, publik kini menunggu sejauh mana komitmen dan
kecepatan realisasi di lapangan mampu menjawab ekspektasi tersebut, khususnya
di tengah kebutuhan masyarakat akan akses ekonomi yang nyata dan berkelanjutan.
(*)
Berita Lainnya
-
Kemensos Dorong Sekolah Rakyat di Metro, Pemkot Diminta Siapkan Lahan dan Administrasi
Selasa, 27 Januari 2026 -
Soal Tekanan Fiskal, DPRD Dorong Pemkot Metro Agresif Jemput Program Pusat
Selasa, 27 Januari 2026 -
Metro Dapat BOP Kesetaraan Rp941 Juta, Disdik Tegaskan Penggunaan Anggaran Diawasi Ketat
Senin, 26 Januari 2026 -
Lantik Pengurus, NasDem Targetkan Lima Kursi Legislatif di Kota Metro
Sabtu, 24 Januari 2026









