Prajurit Marinir Asal Lampung Timur Gugur Tertimbun Longsor, Pemakaman Berlangsung Haru
Tampak duka menggelayuti pemakaman Praka Marinir M Kori Prajurit Batalyon Marinir Yonif 9 Beruang Hitam gugur setelah tertimbun longsor, pemakaman berlangsung di Desa Kibang, Kecamatan Metro Kibang, Lampung Timur Senin (26/1/2026). Foto: Kompas.id
Kupastuntas.co, Lampung Timur – Suasana duka menyelimuti Desa Kibang, Kecamatan Metro Kibang, Lampung Timur, saat jenazah Praka Marinir M Kori dimakamkan dengan upacara militer, Senin (26/1/2026). Prajurit Batalyon Marinir Yonif 9 Beruang Hitam itu gugur setelah tertimbun longsor saat mengikuti latihan di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Prosesi pemakaman berlangsung khidmat dengan penghormatan militer dan tembakan salvo. Isak tangis keluarga pecah ketika peti jenazah diturunkan ke liang lahat di Tempat Pemakaman Umum Desa Kibang.
Ibunda almarhum, istri, serta putrinya yang masih berusia sekitar dua tahun tampak tak kuasa menahan air mata. Kerabat dan warga sekitar turut mengiringi pemakaman sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada prajurit yang dikenal ramah dan rendah hati itu.
Sepupu korban, Bayu Firnanda, mengaku terpukul mendengar kabar meninggalnya Kori. Ia mengatakan hubungan keluarga mereka sangat dekat meski sudah lama tidak bertemu.
"Sudah lama nggak ketemu dia (Kori), sudah buat janji malam tahun baruan bersama tapi rupanya nggak jadi pulang. Nggak nyangka dengar kabar jadi korban longsor," katanya, dilansir dari Detik.com.
Bayu menuturkan, Kori dikenal sebagai pribadi yang sopan, peduli, dan tidak pernah menjaga jarak dengan keluarganya.
"Kori ini saya akui baik, sopan juga. Nggak sombong sama saudara-saudaranya. Kabar Kori meninggal itu setelah keluarga kasih informasi itu," lanjutnya.
Kesedihan mendalam juga dirasakan sang ibunda, Samrah. Ia mengungkapkan bahwa putranya memiliki rencana besar setelah menyelesaikan penugasan di perbatasan Indonesia dan Papua Nugini.
"Dia mau beli rumah di Lampung nanti setelah pulang tugas dari Papua Nugini. Dia bilang nanti bapak ibu ikut tinggal dengannya," katanya usai prosesi pemakaman.
Samrah menjelaskan, keberangkatan Kori ke Jawa Barat merupakan bagian dari tahapan pelatihan sebelum ditugaskan menjaga perbatasan negara.
"Dia memang sempat pamit mau ke Bandung. Jadi dia pelatihan disana sebelum nanti dikirim bertugas di perbatasan Indonesia-Papua Nugini," terangnya.
Ia juga mengenang komunikasi terakhir dengan putranya sebelum berangkat mengikuti latihan tersebut.
"Ya terakhir waktu dia mau berangkat ke Bandung itu. Itu terakhir komunikasi, dia pamit mau berangkat," kenang Samrah sambil menyeka air matanya.
Kabar duka itu, menurut Samrah, sempat sulit diterima keluarga karena Kori merupakan tulang punggung keluarga.
"Masih nggak percaya, tapi ini sudah takdirnya," tutupnya.
Diketahui, peristiwa longsor terjadi pada Sabtu (24/1/2026) di Desa Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Saat kejadian, Praka M Kori bersama 23 prajurit Marinir lainnya tengah melaksanakan latihan sebagai persiapan penugasan pengamanan perbatasan Indonesia–Papua Nugini.
Pihak TNI Angkatan Laut membenarkan peristiwa tersebut. Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Muhammad Ali mengatakan puluhan prajurit tertimbun material longsor saat berada di lokasi latihan.
"Saya menyampaikan terkait dengan kejadian bencana alam yang terjadi di Jawa Barat, di Desa Soreang. Memang terdapat 23 anggota marinir yang tertimbun longsor," kata Ali.
Ia menambahkan, hingga saat ini tim evakuasi baru menemukan empat personel dalam kondisi meninggal dunia, sementara pencarian terhadap korban lainnya masih terus dilakukan.
"Saat ini sudah ditemukan baru empat personel dalam kondisi meninggal dunia dan lain belum ditemukan, masih diadakan upaya pencarian terus," sambungnya.
Menurut Ali, proses pencarian menghadapi sejumlah kendala, terutama akibat cuaca buruk dan akses jalan yang sempit menuju lokasi bencana.
"Alat berat memang belum bisa masuk, karena kondisi cuaca dan jalan yang kecil. Tapi ini akan kita laksanakan pencarian dengan teknologi dengan drone dan thermal dan anjing pelacak," tutupnya. (*)
Berita Lainnya
-
Pencuri Motor di Enggal Bandar Lampung Ditangkap Saat Sembunyi di Pesawaran
Selasa, 27 Januari 2026 -
Pemprov Lampung Targetkan Bentuk 50 Desa dan 4 Kecamatan Tangguh Bencana pada 2026
Selasa, 27 Januari 2026 -
6.164 Sekolah di Lampung Terima Dana BOSP Reguler 545,8 Miliar, Dibagikan ke 1 Juta Lebih Siswa
Selasa, 27 Januari 2026 -
Kemitraan Strategis PT Lippo Malls Indonesia Resmi Kelola Grand Mall Lampung
Selasa, 27 Januari 2026









