Drainase Diduga Bermasalah, Jalan di Pekon Kegeringan Lampung Barat Terendam Banjir
Tampak banjir selutut orang dewasa di Jalan Pekon Kegeringan Lampung Barat. Foto: Ist
Kupastuntas.co, Lampung Barat - Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Lampung Barat sejak siang hingga sore hari menyebabkan banjir menggenangi ruas Jalan Nasional di Pekon Kegeringan, Kecamatan Batu Brak, Sabtu (31/1/2026). Genangan air tersebut mengganggu arus lalu lintas dan membuat pengendara harus ekstra waspada saat melintas.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Kupas Tuntas, hujan dengan intensitas tinggi turun dalam durasi cukup lama sehingga air tidak tertampung secara maksimal. Akibatnya, air hujan meluap dan menggenangi badan jalan nasional yang menjadi jalur utama aktivitas masyarakat dan kendaraan lintas daerah.
Dalam video berdurasi 1 menit 15 detik yang diterima Kupas Tuntas, terlihat air menutup hampir seluruh permukaan jalan. Ketinggian genangan bahkan dilaporkan melebihi lutut orang dewasa, kondisi yang dinilai cukup berbahaya terutama bagi pengendara sepeda motor.
Sejumlah kendaraan roda empat tampak melaju dengan kecepatan rendah demi menghindari mogok dan kecelakaan. Sementara itu, beberapa pengendara roda dua terlihat terpaksa berhenti di tengah jalan karena kendaraan yang dibawa diduga mengalami gangguan setelah mesin terendam air.
Salah seorang warga setempat mengatakan, banjir di lokasi tersebut sudah sering terjadi setiap kali hujan deras turun. Menurutnya, persoalan utama diduga berasal dari saluran drainase yang tidak berfungsi optimal sehingga air hanya menggenang di satu titik. “Kalau hujannya deras dan lama, pasti banjir di sini. Airnya tidak mengalir, akhirnya naik ke jalan. Ini sudah sering terjadi,” ujar warga tersebut.
Warga lainnya menambahkan, genangan air kerap bertahan cukup lama sebelum akhirnya surut. Kondisi tersebut tidak hanya menghambat mobilitas warga sekitar, tetapi juga membahayakan pengguna jalan yang melintas di jalur nasional tersebut. “Ini jalan nasional, kendaraan besar dan kecil lewat semua. Kalau banjir seperti ini, pengendara harus berhenti dan antre. Risiko kecelakaan juga tinggi,” katanya.
Sementara itu, Frendi, seorang pengendara sepeda motor yang melintas di lokasi kejadian, mengaku sempat terjebak banjir dan hampir mengalami mogok. Ia mengatakan, ketinggian air membuat laju kendaraan tidak stabil. “Saya sempat nekat lewat, tapi ternyata airnya cukup tinggi. Motor saya brebet, jadi terpaksa berhenti di tengah jalan,” ungkap Frendi.
Frendi menilai kondisi tersebut sangat membahayakan, khususnya bagi pengendara roda dua yang tidak mengetahui kedalaman genangan air. Ia berharap ada upaya penanganan agar kejadian serupa tidak terus berulang. “Kalau hujan lagi dan air naik, pasti lebih parah. Harusnya ada solusi supaya airnya cepat surut,” ujarnya.
Dugaan sementara, banjir terjadi akibat saluran drainase di sekitar ruas jalan tersebut tidak mampu menampung debit air hujan. Aliran air yang tersumbat membuat air menggenang dan meluap ke badan jalan.
Selain drainase, intensitas hujan yang cukup tinggi serta kondisi kontur wilayah diduga turut memperparah genangan air di lokasi tersebut. Akibatnya, air terkumpul di satu titik dan membutuhkan waktu cukup lama untuk surut.
Warga setempat berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait dapat segera turun tangan untuk mengatasi persoalan tersebut. Mereka menilai banjir yang terus berulang setiap hujan deras menunjukkan perlunya penanganan serius dan menyeluruh.
“Kami berharap pemerintah bisa turun langsung melihat kondisi di lapangan. Jangan sampai menunggu ada korban atau kejadian lebih parah baru ditangani,” tegas seorang warga.
Hingga berita ini diturunkan, genangan air kabarkan mulai berangsur surut seiring berkurangnya intensitas hujan. Meski demikian, warga dan pengendara diimbau tetap berhati-hati saat melintas di lokasi tersebut, terutama saat hujan deras kembali mengguyur wilayah Lampung Barat. (*)
Berita Lainnya
-
Dinas PUPR Lampung Barat Janji Cek Proyek Irigasi yang Dikeluhkan Warga
Sabtu, 31 Januari 2026 -
14 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Terjadi di Lampung Barat Selama 2025
Jumat, 30 Januari 2026 -
Setelah Proyek Jalan, Warga Lambar Kini Keluhkan Proyek Irigasi Milik PUPR
Jumat, 30 Januari 2026 -
Rp1,4 Miliar BOP PAUD Digelontorkan untuk 153 Satuan Pendidikan di Lampung Barat
Kamis, 29 Januari 2026









