• Minggu, 01 Februari 2026

Dua Warga Pesisir Barat Hilang Terseret Banjir Bandang Sungai Way Halami

Sabtu, 31 Januari 2026 - 22.51 WIB
18

Polisi menunjukkan lokasi tempat dua korban hanyut. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Pesisir Barat - Dua orang warga Pesisir Barat dinyatakan hilang setelah terseret derasnya arus banjir bandang di Sungai Way Halami, Pekon Lemong, Kecamatan Lemong. Peristiwa itu terjadi saat kedua korban tengah memancing di sungai tersebut.

Kejadian itu diketahui pada Sabtu, 31 Januari 2026, sekitar pukul 06.00 WIB, setelah Polres Pesisir Barat menerima laporan dari masyarakat terkait adanya dua warga yang hanyut terbawa arus banjir bandang.

Dua korban yang dilaporkan hilang diketahui bernama Nando (29) dan Sukirman (50). Keduanya merupakan warga Pekon Rata Agung, Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat.

Berdasarkan keterangan saksi Rohim (33) dan Rohman (37), peristiwa tersebut bermula pada Jumat, 30 Januari 2026, sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, keempatnya berangkat bersama untuk memancing di Sungai Way Halami.

Saat sedang memancing, tiba-tiba debit air sungai meningkat secara drastis akibat banjir bandang yang datang mendadak. Arus sungai yang deras membuat situasi menjadi tidak terkendali dalam waktu singkat.

Dalam kejadian tersebut, dua orang yakni Nando dan Sukirman terseret arus sungai dan tidak sempat menyelamatkan diri. Sementara dua orang lainnya, Rohim dan Rohman, berhasil menyelamatkan diri dengan menjauh dari aliran sungai.

Kapolres Pesisir Barat AKBP Bestiana, melalui Kabag Ops Polres Pesisir Barat Kompol Rohmadi, mengatakan pihak kepolisian segera melakukan koordinasi dengan unsur terkait untuk menangani peristiwa tersebut.

Menurut Kompol Rohmadi, personel Polres Pesisir Barat bersama pemerintah setempat dan masyarakat langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pencarian terhadap kedua korban di sepanjang aliran Sungai Way Halami.

Selain melakukan pencarian, pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada, khususnya saat beraktivitas di sekitar sungai, mengingat kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan banjir bandang secara tiba-tiba.

“Hingga saat ini, proses pencarian terhadap dua korban yang dinyatakan hilang masih terus dilakukan dengan melibatkan unsur kepolisian, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat,” ujar Kompol Rohmadi. (*)