Alokasi Pupuk Bersubsidi Lampung 2026 Capai 710.711 Ton
Alokasi Pupuk Bersubsidi Lampung 2026 Capai 710.711 Ton. Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Provinsi Lampung menerima alokasi pupuk bersubsidi sektor pertanian pada tahun anggaran 2026 untuk seluruh kabupaten dan kota sebanyak 710.711 ton.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (KPTPH) Provinsi Lampung, Tubagus Muhammad Rifki, mengatakan alokasi tersebut terdiri dari beberapa jenis pupuk bersubsidi.
"Total alokasi pupuk bersubsidi Provinsi Lampung tahun 2026 meliputi Urea 309.110 ton, NPK 387.830 ton, NPK khusus kakao 7.495 ton, pupuk organik 5.994 ton, dan ZA 282 ton," ujar Rifki saat dimintai keterangan, Selasa (3/2/2026).
Adapun rincian alokasi pupuk bersubsidi per daerah diantaranya Kabupaten Lampung Barat memperoleh Urea 4.242 ton, NPK 20.930 ton, NPK kakao 349 ton, pupuk organik 370 ton, dan ZA 0 ton.
Kabupaten Tanggamus mendapatkan Urea 10.550 ton, NPK 13.858 ton, NPK kakao 1.513 ton, pupuk organik 70 ton, dan ZA 0 ton.
"Kabupaten Lampung Selatan memperoleh Urea 49.082 ton, NPK 56.876 ton, NPK kakao 53 ton, pupuk organik 1.178 ton, dan ZA 0 tton Kabupaten Lampung Timur mendapatkan Urea 65.150 ton, NPK 69.840 ton, NPK kakao 1.830 ton, pupuk organik 594 ton, dan ZA 0 ton," kata dia.
Kemudian Kabupaten Lampung Tengah memperoleh Urea 85.366 ton, NPK 90.720 ton, NPK kakao 508 ton, pupuk organik 493 ton, dan ZA 42 ton.
Kabupaten Lampung Utara mendapatkan Urea 21.098 ton, NPK 29.410 ton, NPK kakao 4 ton, pupuk organik 920 ton, dan ZA 147 ton. Kabupaten Way Kanan memperoleh Urea 19.034 ton, NPK 26.900 ton, NPK kakao 3 ton, pupuk organik 109 ton, dan ZA 90 ton.
"Kabupaten Tulang Bawang mendapatkan Urea 12.314 ton, NPK 22.824 ton, NPK kakao 0 ton, pupuk organik 1.217 ton, dan ZA 0 ton.
Kabupaten Pesawaran memperoleh Urea 12.240 ton, NPK 13.376 ton, NPK kakao 1.879 ton, pupuk organik 216 ton, dan ZA 0 ton," kata dia.
Selanjutnya Kabupaten Pringsewu mendapatkan Urea 7.953 ton, NPK 9.762 ton, NPK kakao 1.354 ton, pupuk organik 19 ton, dan ZA 0 ton.
Kabupaten Mesuji memperoleh Urea 9.294 ton, NPK 12.332 ton, NPK kakao 1 ton, pupuk organik 34 ton, dan ZA 0 ton.
Kabupaten Tulang Bawang Barat mendapatkan Urea 6.415 ton, NPK 9.844 ton, NPK kakao 0 ton, pupuk organik 686 ton, dan ZA 3 ton. Kabupaten Pesisir Barat memperoleh Urea 4.509 ton, NPK 9.120 ton, NPK kakao 1 ton, pupuk organik 0 ton, dan ZA 0 ton.
"Kota Bandar Lampung mendapatkan alokasi Urea 250 ton, NPK 342 ton, NPK kakao 0 ton, pupuk organik 2 ton, dan ZA 0 ton. Sementara Kota Metro memperoleh Urea 1.613 ton, NPK 1.696 ton, NPK kakao 0 ton, pupuk organik 86 ton, dan ZA 0 ton," kata dia.
Rifki menambahkan, secara keseluruhan alokasi pupuk bersubsidi tahun 2026 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2025.
"Pada tahun sebelumnya, Lampung menerima Urea sebanyak 348.701 ton, NPK 394.280 ton, NPK kakao 13.606 ton, pupuk organik 10.249 ton, dan ZA 107 ton," tutupnya. (*)
Berita Lainnya
-
Gaji dan Tunjangan Anggota DPRD Lamteng Rp 28,9 Miliar, Pengamat Soroti Keadilan dan Efektivitas Anggaran
Selasa, 03 Februari 2026 -
Efisiensi Anggaran Tak Halangi Layanan, Kemenag Bandar Lampung Fokus Perkuat Pembinaan Umat
Selasa, 03 Februari 2026 -
Budhi Condrowati Ingatkan Porsi Makanan Program MBG Tak Boleh Dikurangi dan Limbah Harus Dikelola
Selasa, 03 Februari 2026 -
Pemprov Lampung Siapkan 100 Mesin Pengering Pertanian, DPRD: Ini Terobosan Luar Biasa
Selasa, 03 Februari 2026









