• Rabu, 04 Februari 2026

Bupati Egi Lantik Puluhan Pejabat di Pasar Inpres Kalianda

Rabu, 04 Februari 2026 - 16.57 WIB
79

Prosesi pelantikan pejabat Lampung Selatan oleh Bupati Egi di tempat yang tak lazim, yaitu ditengah Pasar Inpres Kalianda. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Lampung Selatan - Pemandangan tak lazim terlihat di Terminal Pasar Inpres Kalianda, Rabu (4/2/2026). Di tengah hiruk-pikuk aktivitas pedagang dan masyarakat, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama melantik puluhan pejabat struktural Pemkab Lampung Selatan.

Tidak ada ruang rapat berpendingin udara atau aula megah. Prosesi berlangsung di ruang publik—tempat denyut ekonomi rakyat bergerak setiap hari—seolah menegaskan bahwa jabatan adalah amanah yang harus dekat dengan realitas masyarakat.

Sebanyak 22 pejabat administrator dan 7 pejabat pengawas resmi diambil sumpahnya. Selain itu, tujuh pejabat lainnya menerima tugas tambahan sebagai Pelaksana tugas (Plt), terdiri dari empat kepala dinas, dua kepala bidang, dan satu kepala sub bidang.

Penguatan birokrasi juga dilakukan di sektor kesehatan. Sebanyak 27 pegawai dipercaya mengemban tugas sebagai pejabat fungsional dengan tambahan jabatan Kepala Puskesmas, sementara satu pegawai ditunjuk sebagai Plt Kepala Puskesmas.

Bupati Egi menegaskan, pemilihan pasar sebagai lokasi pelantikan bukan sekadar simbolik, melainkan pesan langsung kepada aparatur bahwa pengabdian tidak selalu hadir dalam kenyamanan.

“Saya lantik bapak ibu semua di tengah masyarakat, disaksikan para pedagang. Ini adalah realita yang terjadi hari ini,” ujarnya.

Menurut Egi, integritas aparatur tidak diukur dari citra ataupun penampilan, tetapi dari kejujuran serta hasil kerja yang dirasakan masyarakat. Dengan berada di ruang publik, para pejabat diharapkan lebih peka terhadap kondisi nyata yang dihadapi warga.

Ia juga mengingatkan agar kenaikan jabatan tidak membuat aparatur kehilangan pijakan.

“Jangan yang sudah naik jabatan merasa menjadi pejabat lalu lupa daratan. Kita harus bekerja dengan hati, melihat realita. Hari ini pasar kita banyak yang mengeluhkan sepi,” kata Egi.

Sebagai kepala daerah yang mendapat mandat rakyat, Egi menekankan pentingnya empati dalam setiap kebijakan dan pelayanan. Ia menginginkan jajaran birokrasi mampu membaca persoalan lapangan, bukan sekadar bekerja di balik meja.

Egi memastikan bahwa penempatan pejabat telah melalui proses panjang dan selektif. Karena itu, ia meminta seluruh pejabat menjaga kepercayaan tersebut dengan menghidupkan semangat Lamsel Betik (Bebas Transaksi Ilegal dan Korupsi) sebagai karakter birokrasi Lampung Selatan.

“Hati-hati penggunaan anggaran. Jangan sampai tidak tepat sasaran atau ada main-main. Walaupun saya orangnya tidak teliti, yang mengawasi kita banyak. Saya sudah mengingatkan dari sekarang,” tegasnya.

Bagi Egi, integritas, kejujuran, dan tata kelola yang bersih merupakan fondasi utama pemerintahan yang dipercaya publik. Pelantikan di tengah pasar pun menjadi pengingat bahwa jabatan selalu berada dalam sorotan masyarakat—di antara suara, harapan, dan tuntutan pelayanan.

Lebih dari sekadar seremoni, pelantikan ini mengirim pesan kuat: birokrasi harus hadir di tengah kehidupan rakyat, memahami denyut ekonomi lokal, dan bekerja nyata menjawab tantangan daerah. (*)