Mahasiswa PBI Universitas Teknokrat Indonesia Pamerkan Inovasi Card Games dan Board Games Grammar di Ajang EXPO
Mahasiswa PBI Universitas Teknokrat Indonesia menampilkan inovasi media pembelajaran berupa Card Games dan Board Games for Grammar Practice dalam ajang EXPO Universitas Teknokrat Indonesia Semester Ganjil Tahun Ajaran 2025/2026. Foto: Ist
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Teknokrat Indonesia, Kampus Terbaik di Lampung, menampilkan inovasi media pembelajaran berupa Card Games dan Board Games for Grammar Practice dalam ajang EXPO Universitas Teknokrat Indonesia Semester Ganjil Tahun Ajaran 2025/2026.
Produk tersebut merupakan hasil pembelajaran pada mata kuliah English Teaching Media dan menjadi salah satu karya unggulan yang dipamerkan. Inovasi ini menunjukkan kreativitas mahasiswa dalam mengemas pembelajaran tata bahasa Inggris agar lebih interaktif, komunikatif, dan menyenangkan.
Beragam permainan kartu dan papan yang dipamerkan dirancang khusus untuk melatih pemahaman grammar, mulai dari tenses, parts of speech, sentence structure, hingga error correction. Dengan konsep belajar sambil bermain, media ini mendorong siswa berpartisipasi aktif, berdiskusi, serta mempraktikkan struktur bahasa Inggris tanpa tekanan aturan gramatikal yang kaku.
Mata kuliah English Teaching Media yang diampu oleh Dr. Afrianto, M.Hum., dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan pedagogik dan kreativitas dalam mengembangkan media pembelajaran yang aplikatif. Dalam perkuliahan tersebut, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori media pembelajaran bahasa, tetapi juga ditantang untuk menghasilkan produk konkret yang dapat langsung diterapkan di kelas bahasa Inggris.
Sebagai Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Dr. Afrianto, M.Hum., menyampaikan bahwa penggunaan card games dan board games memiliki nilai strategis dalam pembelajaran grammar. Menurutnya, calon guru bahasa Inggris perlu memahami bahwa tata bahasa dapat diajarkan secara komunikatif dan kontekstual. “Permainan membantu siswa memahami grammar melalui interaksi dan pengalaman langsung, bukan sekadar menghafal rumus,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa proses perancangan permainan melatih mahasiswa untuk berpikir kreatif, adaptif, serta berorientasi pada kebutuhan peserta didik. Mahasiswa harus mampu menyesuaikan tujuan pembelajaran, aturan permainan, dan tingkat kesulitan materi agar sesuai dengan level siswa di sekolah.
Salah satu mahasiswa peserta EXPO, Selvi Septiani, mengungkapkan bahwa pembuatan card games dan board games memberikan pengalaman belajar yang bermakna. “Kami belajar bahwa grammar tidak harus diajarkan secara monoton. Melalui permainan, siswa bisa belajar struktur bahasa dengan lebih santai dan percaya diri,” tuturnya.
Selvi menambahkan bahwa proses merancang permainan membuatnya lebih memahami peran guru sebagai fasilitator pembelajaran. “Kami harus memikirkan aturan permainan, alur, dan tujuan belajar secara bersamaan. Dari situ saya belajar berpikir sebagai calon guru, bukan hanya sebagai mahasiswa,” katanya.
Sementara itu, Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Kampus Terbaik di Lampung, Dr. H. Mahathir Muhammad, SE., MM., mengapresiasi inovasi yang ditampilkan mahasiswa PBI dalam ajang EXPO tersebut. Menurutnya, karya card games dan board games grammar ini mencerminkan pembelajaran yang berorientasi pada kreativitas, kebutuhan peserta didik, serta tuntutan pembelajaran abad ke-21.
“Kami mendorong mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menghasilkan produk pembelajaran yang inovatif dan aplikatif. Inovasi media pembelajaran seperti ini menunjukkan kesiapan mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia sebagai calon pendidik yang kreatif, adaptif, dan profesional,” ujar Dr. H. Mahathir Muhammad.
Dipamerkannya Card Games dan Board Games for Grammar Practice dalam ajang EXPO Universitas Teknokrat Indonesia menegaskan bahwa pembelajaran di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris tidak berhenti pada tataran teori. Produk ini diharapkan dapat menginspirasi pengembangan media pembelajaran grammar di sekolah sekaligus memperkuat portofolio akademik mahasiswa sebagai calon pendidik bahasa Inggris yang kreatif dan inovatif. (**)
Berita Lainnya
-
UIN RIL Buka Tiga Jalur Penerimaan Mahasiswa Baru 2026, Kuota Capai 6.000 Orang
Rabu, 04 Februari 2026 -
Sambut Imlek, Azana Lampung Luncurkan Hampers 'Lunar Fortune' Berkonsep Premium
Rabu, 04 Februari 2026 -
Rekonstruksi Penganiayaan di Perumahan Bumi Asri Bandar Lampung, Ditemukan Perbedaan Keterangan Tersangka dan Korban
Rabu, 04 Februari 2026 -
Kemendagri Kawal Rencana Pinjaman Rp1 Triliun Pemprov Lampung untuk Perbaikan Jalan
Rabu, 04 Februari 2026









