• Kamis, 05 Februari 2026

Jalan Utama Sidodadi Lambar Belum Tersentuh Pembangunan, Akses Pendidikan Hingga Kesehatan Terhambat

Kamis, 05 Februari 2026 - 08.06 WIB
40

Kondisi jalan menuju fasilitas pendidikan di Pekon Sidodadi, Kecamatan Pagar Dewa, yang masih memprihatinkan. Foto: Ist.

‎Kupastuntas.co, Lampung Barat - Kondisi jalan menuju fasilitas pendidikan di Pekon Sidodadi, Kecamatan Pagar Dewa, hingga kini masih memprihatinkan.

Akses utama masyarakat tersebut belum tersentuh pembangunan dan masih berupa tanah liat, sehingga menyulitkan aktivitas warga, terutama saat musim hujan

‎Jalan berlumpur itu menjadi satu-satunya jalur yang dilalui masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk tenaga pendidik yang harus menuju sekolah.

Saat hujan turun, jalan berubah licin dan sulit dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

‎Dalam video berdurasi sekitar satu menit yang diterima Kupas Tuntas, terlihat sejumlah tenaga pendidik menunjukkan kondisi tubuh mereka yang penuh lumpur usai melewati jalan tersebut. Lumpur tebal menempel di pakaian, sepatu, hingga wajah mereka.

‎Para tenaga pendidik itu terpaksa tetap melintas demi menjalankan tugas mengajar, meski harus menghadapi risiko terpeleset hingga terjebak di jalan berlumpur.

Kondisi tersebut disebut sudah berlangsung lama dan belum mendapatkan penanganan serius.

‎Keadaan semakin diperparah saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Jalan tanah yang licin memaksa pengguna kendaraan memasang rantai pada roda agar bisa melintas, meski tetap tidak menjamin keselamatan.

‎Salah seorang pria dalam video terdengar mengungkapkan keluhannya dengan nada lelah.

“Ini sampai asam lambung saya naik, demi pendidikan Indonesia,” ujarnya sambil memperlihatkan kondisi jalan berlumpur yang baru dilalui.

Tak hanya tenaga pendidik pria, beberapa tenaga pendidik wanita juga terlihat dalam video tersebut. Mereka menunjukkan kondisi jalan yang masih berupa tanah liat dan sulit dilalui.

‎Salah seorang wanita dalam video itu berharap adanya perhatian dari pemerintah.

“Kapan ya jalan kami dibangun, info pak, jalan anak-anak ke sekolah ini pak,” ucapnya.

Jalan berlumpur tersebut tidak hanya menjadi akses menuju sekolah, tetapi juga menjadi jalur utama masyarakat untuk berbagai keperluan penting lainnya.

‎Salah satu aparat Pemerintah Pekon Sidodadi, Kecamatan Pagar Dewa, Wito, membenarkan bahwa jalan dalam video tersebut berada di wilayah Pekon Sidodadi.

Ia mengatakan jalan itu merupakan akses vital bagi warga.

‎Menurut Wito, ruas jalan tersebut digunakan masyarakat untuk menuju sekolah, Puskesmas, hingga ke kantor kecamatan.

Bahkan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digulirkan pemerintah pusat juga harus melewati jalur berlumpur itu.

‎“Selain ke sekolah, ini jalan utama masyarakat ke Puskesmas, ke kecamatan, dan sekarang program MBG juga lewat jalan ini,” kata Wito.

Ia mengungkapkan, kondisi jalan tersebut belum pernah dibangun sejak pekon itu berdiri. Padahal usia pekon Sidodadi sudah belasan tahun, bahkan lebih.

‎Ia menyebut, setiap pelaksanaan Musrenbang, pemerintah pekon selalu mengusulkan pembangunan ruas jalan tersebut. Namun hingga kini belum terealisasi.

“Dapat dua kilometer saja pembangunan jalan, masyarakat di sini sudah alhamdulillah. Sejak pekon ini berdiri, jalan ini belum pernah dibangun,” ujarnya.

‎Selain persoalan jalan, Wito juga mengungkapkan keterbatasan infrastruktur lainnya di Pekon Sidodadi, salah satunya akses listrik yang belum masuk secara menyeluruh.

‎Hingga saat ini, kata dia, sebagian warga masih mengandalkan turbin sederhana di beberapa titik rumah untuk memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari.

‎Kondisi keterbatasan infrastruktur tersebut dinilai semakin memperberat kehidupan masyarakat, terutama dalam mendukung sektor pendidikan, kesehatan, dan pelayanan dasar lainnya.

Pemerintah pekon berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pemerintah pusat memprioritaskan pembangunan di wilayah tersebut.

‎Wito menegaskan, pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan dan listrik sangat dibutuhkan agar aktivitas masyarakat berjalan lancar dan pelayanan publik dapat diakses dengan layak.

“Kami berharap ada perhatian serius. Jalan dan listrik ini sangat mendesak, demi pendidikan anak-anak dan aktivitas masyarakat Sidodadi,” pungkasnya. (*)