Viral Jalan Rusak di Pagar Dewa, Bupati Lambar Turunkan Tim ke Lokasi
Jumat, 06 Februari 2026 - 21.37 WIB
16
Jalan rusak di ruas Pekon Serengit–Sidodadi, Kecamatan Pagar Dewa yang viral. Foto: Ist
Kupastuntas.co, Lampung Barat - Viralnya kondisi jalan rusak di ruas Pekon Serengit–Sidodadi, Kecamatan Pagar Dewa, yang menyulitkan akses masyarakat menuju fasilitas pendidikan, langsung mendapat respons dari Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus.
Tak menunggu lama, Bupati menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) untuk turun langsung mengecek kondisi jalan di lapangan.
Langkah tersebut diambil setelah keluhan warga ramai disuarakan melalui media sosial dan menjadi perhatian publik. Ruas jalan Serengit–Sidodadi diketahui merupakan akses utama masyarakat, khususnya bagi pelajar dan warga yang beraktivitas antarpekon.
Dalam keterangan persnya, Parosil Mabsus mengatakan pengecekan lapangan dilakukan untuk memastikan kondisi riil jalan penghubung antara Pekon Srengit, Sidodadi, hingga Basungan di Kecamatan Pagar Dewa. Ruas jalan tersebut sebelumnya viral karena dinilai menghambat mobilitas dan aktivitas pendidikan masyarakat.
Parosil menjelaskan, total panjang jalan yang menjadi akses utama di tiga pekon tersebut mencapai sekitar 11 kilometer dan membutuhkan penanganan segera. Namun, hingga saat ini pembangunan yang telah terealisasi baru sepanjang kurang lebih 2,72 kilometer.
“Pembangunan dan perbaikan sebenarnya sudah berjalan, tetapi memang belum bisa maksimal karena keterbatasan anggaran yang dimiliki pemerintah daerah,” ujar Parosil, Jumat (06/02/2026).
Meski demikian, Parosil menegaskan ruas jalan Serengit–Sidodadi akan menjadi perhatian serius pemerintah daerah ke depan. Menurutnya, fungsi jalan tersebut sangat vital karena menjadi jalur utama menuju fasilitas pendidikan.
Hasil laporan awal tim DPUPR yang diterjunkan ke lokasi menunjukkan, sekitar delapan kilometer ruas jalan tersebut berada di kawasan hutan, khususnya pada jalur Srengit–Sidodadi. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang memperlambat proses pembangunan.
Selain itu, terdapat satu sekolah SMP satu atap yang berada di jalur Pekon Basungan–Sidodadi, dengan jarak sekitar 500 meter dari kawasan hutan. Keberadaan sekolah tersebut membuat penanganan jalan di wilayah itu menjadi kebutuhan mendesak.
“Untuk ruas jalan yang melintasi kawasan hutan, tidak bisa langsung dibangun. Harus ada pengkajian dan perizinan terlebih dahulu sesuai aturan yang berlaku,” jelas Parosil.
Menanggapi banyaknya keluhan warga yang disampaikan melalui media sosial, Parosil menegaskan pemerintah daerah terbuka terhadap kritik dan masukan masyarakat. Ia menyebut, informasi terkait kondisi jalan Serengit–Sidodadi pertama kali diterimanya melalui media sosial.
“Saat itu saya masih berada di luar kota, tetapi begitu mendapat informasi dari Instagram, saya langsung perintahkan DPUPR untuk menindaklanjuti. Ini bentuk komitmen kami untuk merespons cepat keluhan masyarakat,” tegas Parosil. (*)
Editor : Sigit Pamungkas
Berita Lainnya
-
Dorong Pendidikan Inklusif dan Berkelanjutan, Disdikbud Lambar Luncurkan Sejumlah Program Straregis
Jumat, 06 Februari 2026 -
Jalan Berlumpur Viral, DPUPR Lampung Barat Ungkap Baru 2,72 Km Terbangun
Kamis, 05 Februari 2026 -
Bupati Lampung Barat Instruksikan Bersih-bersih Rutin di Seluruh OPD
Kamis, 05 Februari 2026 -
Lagi! Jalan Baru Dibangun Rusak, PUPR Lambar Janji 'Blacklist' Kontraktor Nakal
Kamis, 05 Februari 2026









