• Minggu, 29 Maret 2026

Anggota DPRD Lampung Budiman AS Sampaikan Keluhan Warga ke PT ASDP

Sabtu, 07 Februari 2026 - 17.37 WIB
10

Anggota DPRD Provinsi Lampung, Budiman AS. Foto: Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Anggota DPRD Provinsi Lampung, Budiman AS, menyampaikan aspirasi sekaligus kritik dari masyarakat pengguna jasa penyeberangan kepada PT ASDP Indonesia Ferry terkait pelayanan dermaga eksekutif pada lintasan Merak–Bakauheni.

Keluhan tersebut muncul karena lamanya waktu sandar kapal eksekutif yang dinilai tidak sesuai dengan standar pelayanan maupun tarif yang dibayarkan penumpang.

Budiman mengungkapkan, keluhan tersebut ia terima saat melakukan penyeberangan dari Pelabuhan Merak menuju Bakauheni pada Jumat malam (6/2/2026). Dalam perjalanan tersebut, banyak penumpang menyampaikan keluhan terkait lamanya waktu tempuh penyeberangan.

Menurutnya, waktu tempuh kapal eksekutif yang seharusnya sekitar 1 jam 30 menit justru molor hingga mencapai sekitar 2 jam 30 menit. Bahkan kapal sempat tertahan dan harus menunggu di tengah laut sebelum bisa bersandar di dermaga.

“Saya tanyakan langsung ke petugas, alasannya karena kapal masih menunggu kapal lain keluar dari dermaga. Ini jelas bukan pelayanan eksekutif,” ujar Budiman, Sabtu (7/2/2026).

Politisi Partai Demokrat itu menilai, sebagai layanan yang berlabel eksekutif, kapal seharusnya dapat langsung bersandar begitu tiba di pelabuhan tanpa harus menunggu lama di tengah laut.

Ia menegaskan, jika dermaga belum siap karena masih digunakan kapal lain, maka pelayanan tersebut tidak berbeda dengan kapal reguler, padahal tarif penyeberangan eksekutif jauh lebih mahal.

“Kalau namanya eksekutif, begitu kapal datang dermaga harus sudah siap. Bukan malah menunggu di tengah laut. Apalagi ini bukan musim libur panjang. Kasihan warga yang membawa anak atau memiliki keperluan mendesak sehingga memilih jasa eksekutif,” tegasnya.

Selain persoalan waktu sandar, Budiman juga menyoroti kondisi fasilitas kapal eksekutif yang dinilai belum mencerminkan standar layanan premium.

Ia menilai kondisi kapal terkesan hanya dilakukan pengecatan ulang tanpa adanya peningkatan fasilitas yang signifikan bagi penumpang.

“Bahkan kendaraan pribadi dicampur dengan truk. Ini jelas menyalahi standar pelayanan kapal eksekutif,” katanya.

Budiman berharap PT ASDP Indonesia Ferry segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan kapal eksekutif, terutama terkait manajemen sandar serta kepastian waktu tempuh penyeberangan.

Menurutnya, perbaikan pelayanan perlu segera dilakukan mengingat dalam waktu dekat akan memasuki masa libur panjang Hari Raya yang biasanya diikuti lonjakan penumpang.

“Masih ada waktu lebih dari sebulan. Saya berharap PT ASDP bisa meningkatkan fasilitas dan pengaturan sandar. Kasihan warga jika harus menunggu lama, apalagi yang membawa bayi dan anak-anak. Pelayanan harus sesuai dengan kesepakatan awal, yakni 1 jam 30 menit,” tandasnya. (**)