• Minggu, 29 Maret 2026

Kostiana: HPN 2026 Momentum Perkuat Peran Strategis Pers

Senin, 09 Februari 2026 - 10.02 WIB
2

Anggota DPRD Provinsi Lampung, Kostiana. Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Anggota DPRD Provinsi Lampung, Kostiana, menilai peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 harus menjadi momentum untuk memperkuat peran strategis pers dalam pembangunan daerah.

Menurut Kostiana, pers memiliki fungsi penting tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai kontrol sosial dan mitra pemerintah dalam memastikan kebijakan berjalan transparan dan akuntabel.

“HPN bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk memperkuat peran pers sebagai pilar demokrasi dan mitra pembangunan,” ujarnya, Selasa (9/2/2026).

Ia menegaskan, di tengah derasnya arus informasi digital saat ini, keberadaan pers yang profesional dan berintegritas semakin dibutuhkan masyarakat. Pers diharapkan mampu menyajikan informasi yang akurat, berimbang, serta tidak terjebak pada penyebaran hoaks.

Menurutnya, tantangan dunia jurnalistik saat ini semakin kompleks, terutama dengan berkembangnya media sosial yang kerap menjadi sumber informasi tanpa verifikasi.

“Di sinilah pentingnya peran pers untuk menghadirkan berita yang dapat dipercaya dan mencerdaskan masyarakat,” katanya.

Kostiana juga mendorong insan pers di Lampung untuk terus meningkatkan kualitas karya jurnalistik, serta menjunjung tinggi kode etik dalam setiap pemberitaan.

Ia menilai, pers lokal memiliki peran strategis dalam mengangkat potensi daerah, mulai dari sektor ekonomi, pariwisata, hingga budaya, sehingga dapat mendorong pertumbuhan daerah.

Selain itu, ia juga mengajak seluruh pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat, untuk mendukung kebebasan pers yang bertanggung jawab.

“Pers yang kuat dan independen akan berkontribusi besar dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik,” tambahnya.

Peringatan HPN 2026, lanjutnya, diharapkan menjadi refleksi bersama untuk terus menjaga kualitas dan profesionalisme pers, sekaligus memperkuat sinergi antara media, pemerintah, dan masyarakat.

“Dengan pers yang profesional, pembangunan daerah akan semakin transparan dan partisipatif,” pungkasnya. (*)