333 Warga Bandar Lampung Terjangkit HIV
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Temenggung. Foto: Kupastuntas.co
Kupastuntas.co,
Bandar Lampung - Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung mencatat sebanyak 333
kasus baru Human Immunodeficiency Virus (HIV) ditemukan sepanjang Januari
hingga Desember 2025.
Kepala
Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Temenggung, mengatakan
temuan tersebut diperoleh dari hasil skrining kesehatan terhadap masyarakat
yang masuk dalam kategori sasaran Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Sepanjang
tahun 2025, Dinkes Bandar Lampung melakukan skrining terhadap 35.698 orang.
Jumlah tersebut melampaui target yang ditetapkan Kementerian Kesehatan sebanyak
30.108 orang.
“Target
skrining dari Kementerian Kesehatan sebanyak 30.108 orang, namun realisasinya
mencapai 35.698 orang atau sekitar 115 persen. Artinya, kita sudah melampaui
target,” ujar Muhtadi, Sabtu (21/2/2026).
Dari
total warga yang menjalani pemeriksaan, sebanyak 0,9 persen atau 333 orang
dinyatakan positif HIV. Pemeriksaan dilakukan terhadap kelompok yang termasuk
kategori SPM, di antaranya ibu hamil, penderita tuberkulosis (TBC), penderita
infeksi menular seksual (IMS), wanita pekerja seks, lelaki seks dengan lelaki
(LSL), waria, pengguna narkoba, serta warga binaan di lembaga pemasyarakatan.
Muhtadi
menjelaskan, kelompok ibu hamil menjadi sasaran skrining terbanyak sebagai
upaya mencegah penularan HIV dari ibu kepada anak sejak masa kehamilan.
Bagi
pasien yang dinyatakan positif, Dinkes Bandar Lampung langsung memberikan
terapi antiretroviral (ARV). Terapi tersebut tidak menyembuhkan HIV, tetapi
berfungsi menekan perkembangan virus sehingga kualitas hidup pasien tetap baik
dan risiko penularan dapat diminimalkan.
“ARV
bukan untuk menyembuhkan, tetapi melemahkan virus sehingga pasien tetap bisa
hidup produktif dan penularan dapat ditekan,” jelasnya.
Saat
ini layanan pengobatan HIV telah tersedia di 31 puskesmas yang tersebar di Kota
Bandar Lampung. Dinkes juga menggandeng berbagai komunitas dan organisasi yang
bergerak di bidang penanggulangan HIV/AIDS untuk memperkuat edukasi,
penyuluhan, serta pendampingan kepada kelompok berisiko.
Kerja
sama tersebut mencakup edukasi di masyarakat, termasuk di lingkungan tempat
hiburan malam dan wilayah yang memiliki potensi penularan lebih tinggi.
Muhtadi
menegaskan, upaya pengendalian HIV/AIDS tidak dapat dilakukan pemerintah saja,
melainkan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, terutama dalam
meningkatkan kesadaran pemeriksaan kesehatan secara rutin.
“Kami
terus melakukan edukasi dan pendekatan kolaboratif agar penularan HIV dapat
ditekan dan masyarakat tidak takut melakukan tes,” tandasnya.
Untuk
diketahui, HIV merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, khususnya
sel CD4, sehingga kemampuan tubuh melawan infeksi menurun. Jika tidak
ditangani, HIV dapat berkembang menjadi Acquired Immunodeficiency Syndrome
(AIDS) yang menyebabkan kerusakan berat pada sistem imun.
Penularan
HIV terjadi melalui kontak cairan tubuh yang terinfeksi, seperti darah, sperma,
cairan vagina, cairan anus, dan air susu ibu (ASI). Penularan umumnya terjadi
melalui hubungan seksual tidak aman, penggunaan jarum suntik secara bergantian,
serta dari ibu ke anak selama kehamilan, persalinan, atau menyusui.
Gejala
awal HIV sering menyerupai flu, seperti demam, nyeri tenggorokan, dan ruam
kulit, bahkan dapat tidak menimbulkan gejala selama bertahun-tahun. Hingga kini
belum terdapat obat yang dapat menyembuhkan HIV, namun terapi ARV mampu
mengendalikan virus, mencegah perkembangan menjadi AIDS, serta meningkatkan
harapan hidup penderita.
Pencegahan
HIV dapat dilakukan melalui perilaku seksual aman, tidak berbagi jarum suntik,
serta melakukan skrining atau tes HIV secara rutin. (*)
Berita ini telah terbit di SKH Kupas
Tuntas edisi Senin 23 Februari 2026 dengan judul “333 Warga Bandar Lampung
Terjangkit HIV”
Berita Lainnya
-
Pemprov Lampung Kebut Perbaikan Jalan, Target Nol Lubang di Jalur Mudik
Senin, 23 Februari 2026 -
Bantu 8 Tahanan Polres Way Kanan Kabur, Polisi Amankan Penjaga Kantin
Senin, 23 Februari 2026 -
Mengapa Hanya Tiyo Ardianto, Ketua BEM UGM yang Bersuara, Oleh: Donald Harris Sihotang
Minggu, 22 Februari 2026 -
PKBI Sebut Deteksi Massal Jadi Kunci Kendalikan Penyebaran HIV di Lampung
Minggu, 22 Februari 2026









