• Jumat, 06 Maret 2026

‎KABAR BAIK, Ada Operasi Pasar Gas 3 Kg di Balik Bukit Lampung Barat Siang Ini

Jumat, 06 Maret 2026 - 09.51 WIB
70

‎KABAR BAIK, Ada Operasi Pasar Gas 3 Kg di Balik Bukit Lampung Barat Siang Ini. Foto: Ist.

‎Kupastuntas.co, Lampung Barat - Pemerintah Kabupaten Lampung Barat bersama PT Pertamina Patra Niaga akan menggelar operasi pasar gas elpiji 3 kilogram guna mengatasi kelangkaan yang terjadi di Kecamatan Balik Bukit beberapa hari terakhir.

‎Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lamban Pancasila, lingkungan pemerintah Kabupaten Lampung Barat, Kelurahan Way Mengaku, Kecamatan Balik Bukit, pada Jumat siang sekitar pukul 14.00 WIB.

‎Operasi pasar ini merupakan tindak lanjut dari surat yang sebelumnya disampaikan Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (Kopdag) kepada pihak Pertamina. Langkah tersebut diambil sebagai upaya membantu masyarakat mendapatkan LPG bersubsidi dengan harga wajar.

‎Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Lampung Barat, Syafarudin, mengatakan operasi pasar ini digelar setelah adanya tanggapan dari pihak Pertamina atas surat yang diajukan pemerintah daerah.

‎"Respons cepat tersebut diharapkan dapat membantu menekan kelangkaan gas yang sempat dikeluhkan masyarakat dalam beberapa hari terakhir," kata dia saat memberikan keterangan, Jumat (6/3/2026).

‎Menurutnya, koordinasi antara pemerintah daerah dan Pertamina terus dilakukan untuk memastikan distribusi LPG tetap berjalan. Operasi pasar menjadi salah satu langkah cepat yang bisa dilakukan saat ini.

‎Syafarudin menjelaskan bahwa dalam kegiatan operasi pasar tersebut Pertamina bersama Pemkab Lampung Barat menyiapkan sebanyak 360 tabung LPG 3 kilogram.

‎Jumlah tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan gas bersubsidi. Penyaluran akan dilakukan langsung di lokasi kegiatan dengan pengawasan dari pihak terkait. Dengan demikian, distribusi bisa tepat sasaran.

‎Ia mengatakan operasi pasar ini difokuskan untuk membantu masyarakat kecil yang memang berhak menggunakan LPG bersubsidi.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi upaya pemerintah daerah untuk meredam keresahan warga akibat kelangkaan gas.

"Selama beberapa hari terakhir, sejumlah warga mengaku kesulitan mendapatkan LPG 3 kilogram di tingkat pengecer. Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah segera mengambil langkah," jelasnya.

‎Ia menegaskan operasi pasar ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap kebutuhan masyarakat.

Dengan adanya tambahan pasokan LPG dari Pertamina, diharapkan masyarakat bisa kembali memperoleh gas dengan lebih mudah.

Pemerintah juga memastikan kegiatan tersebut berlangsung secara tertib. Petugas akan mengawasi jalannya penyaluran agar tidak terjadi penumpukan pembeli.

Syafarudin menyampaikan bahwa lokasi kegiatan dipusatkan di Lamban Pancasila agar mudah dijangkau masyarakat.

‎"Tempat tersebut dipilih karena berada di pusat aktivitas warga dan cukup representatif untuk pelaksanaan kegiatan. Selain itu, area tersebut dinilai mampu menampung warga yang datang membeli LPG. Pemerintah berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik," jelasnya.

‎Ia juga mengimbau masyarakat agar membeli LPG sesuai kebutuhan rumah tangga. Hal ini penting agar pasokan yang tersedia dapat dirasakan oleh lebih banyak warga.

Pemerintah daerah tidak ingin terjadi pembelian dalam jumlah berlebihan oleh pihak tertentu. Dengan demikian distribusi LPG bisa lebih merata.

‎Selain itu, pihaknya juga mengingatkan para pelaku usaha besar untuk tidak menggunakan LPG bersubsidi. Gas elpiji 3 kilogram diperuntukkan bagi masyarakat kecil dan usaha mikro. Apabila ditemukan penggunaan tidak tepat sasaran, pemerintah akan melakukan evaluasi bersama pihak terkait.

‎Langkah ini penting agar subsidi benar-benar dinikmati masyarakat yang berhak. Syafarudin menambahkan bahwa koordinasi dengan Pertamina akan terus dilakukan untuk memantau kondisi pasokan LPG di Lampung Barat.

‎Pemerintah daerah ingin memastikan distribusi gas berjalan lancar hingga ke tingkat pangkalan. Jika masih ditemukan kendala di lapangan, pihaknya akan segera melakukan langkah lanjutan. Tujuannya agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

‎Ia juga mengapresiasi respons cepat Pertamina dalam menanggapi surat dari pemerintah daerah.

Menurutnya, kerja sama antara pemerintah daerah dan pihak perusahaan sangat penting dalam menjaga stabilitas pasokan energi di daerah. Dengan komunikasi yang baik, berbagai persoalan yang muncul dapat segera ditangani.

‎Hal ini juga menunjukkan komitmen bersama dalam melayani masyarakat.

Lebih lanjut, Syafarudin berharap operasi pasar ini dapat membantu masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan LPG.

Pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan distribusi gas di lapangan. (*)