• Jumat, 06 Maret 2026

Lampung Barat Pastikan Ketersediaan Pangan Aman, Ini Rinciannya

Jumat, 06 Maret 2026 - 10.44 WIB
22

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lampung Barat, Nata Djudin Amran. Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Lampung Barat - Ketersediaan stok pangan di Kabupaten Lampung Barat dipastikan masih dalam kondisi aman. Berdasarkan data rincian total stok pangan daerah pada Januari 2026, berbagai komoditas pangan utama seperti beras, jagung, cabai, hingga minyak goreng tercatat tersedia dalam jumlah cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lampung Barat, Nata Djudin Amran mengatakan, pemerintah daerah terus melakukan pemantauan terhadap ketersediaan bahan pangan guna memastikan pasokan tetap stabil di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Berdasarkan data menunjukkan stok padi atau gabah kering panen (GKP) di Lampung Barat mencapai sekitar 7.279.000 ton. Jumlah tersebut menjadi salah satu indikator kuat bahwa sektor pertanian di wilayah tersebut masih menjadi penopang utama ketahanan pangan daerah.

Sementara itu, untuk komoditas beras tercatat memiliki stok yang cukup besar. Beras premium tercatat sebanyak 292.600 ton, sedangkan beras medium mencapai 501.400 ton dan cadangan Bulog 50.559,84 ton. Selain itu, terdapat pula beras asal lokal dengan jumlah sekitar 170.250 ton.

Ketersediaan ini dinilai cukup untuk menjaga stabilitas pasokan beras di tingkat masyarakat. Selain beras, komoditas kedelai juga tersedia dalam jumlah yang cukup.

Data mencatat kedelai impor atau pasokan dari luar negeri mencapai 28.150 ton, sementara kedelai lokal atau produksi dalam negeri tercatat sekitar 1.425 ton.

Untuk komoditas jagung, stok yang tersedia di Lampung Barat mencapai sekitar 10.530 ton untuk mutu bagus dan 6.745 ton untuk asalan. Jagung sendiri merupakan salah satu bahan pangan penting yang tidak hanya digunakan sebagai bahan konsumsi, tetapi juga sebagai bahan baku pakan ternak.

"Sementara itu, komoditas kacang-kacangan juga tercatat tersedia dalam jumlah cukup. Stok kacang tanah mencapai sekitar 8.840 ton, sedangkan kacang hijau tercatat sekitar 9.785 ton," kata dia saat diminta keterangan, Jumat (6/3/2026).

Komoditas umbi-umbian juga menjadi bagian penting dalam ketahanan pangan daerah. Data menunjukkan stok ubi kayu mencapai sekitar 5.480 ton, sedangkan ubi jalar mencapai sekitar 21.035 ton yang sebagian besar berasal dari produksi lokal masyarakat.

Untuk komoditas hortikultura, stok cabai di Lampung Barat juga tercatat cukup tinggi. Cabai merah keriting mencapai sekitar 21.240 ton, cabai merah besar sekitar 8.395 ton, serta cabai rawit kecil mencapai 11.374 ton.

"Selain cabai, stok bawang juga tersedia dalam jumlah yang cukup. Data menunjukkan bawang merah mencapai sekitar 21.443 ton, sementara bawang putih tercatat sekitar 26.548 ton yang sebagian besar merupakan pasokan dari luar daerah," sambungnya.

Di sektor protein hewani, ketersediaan daging juga masih relatif aman. Daging sapi murni tercatat sekitar 11.830 ton, sementara populasi ayam kampung hidup mencapai sekitar 6.880 ton dan ayam ras mencapai sekitar 22.945 ton.

"Untuk komoditas telur, stok telur ayam ras tercatat mencapai 53.255 ton, sedangkan telur ayam kampung sekitar 9.200 ton. Selain itu, telur itik atau bebek juga tercatat tersedia sekitar 3.700 ton," tambahnya.

Komoditas bahan pokok lainnya seperti gula pasir juga terpantau tersedia dalam jumlah cukup. Gula impor tercatat sekitar 120 ton, sementara gula lokal mencapai sekitar 57.420 ton.

Ketersediaan minyak goreng juga relatif aman dengan total stok sekitar 44.870 ton, terutama untuk minyak goreng kemasan sederhana seperti MinyaKita yang banyak digunakan oleh masyarakat.

Sementara itu, tepung terigu yang menjadi bahan baku berbagai produk makanan juga memiliki stok cukup besar. Tepung terigu kemasan merek Segitiga Biru tercatat sekitar 48.320 ton, sedangkan tepung curah mencapai sekitar 39.600 ton.

Komoditas lainnya seperti garam beryodium juga tersedia sekitar 13.386 ton. Sementara untuk komoditas perikanan, stok ikan tongkol tercatat sekitar 2.910 ton, ikan kembung sekitar 3.100 ton, serta ikan bandeng sekitar 110 ton.

Secara keseluruhan, data tersebut menunjukkan bahwa ketersediaan stok pangan di Kabupaten Lampung Barat masih dalam kondisi stabil dan mencukupi. Pemerintah daerah pun terus melakukan pemantauan terhadap distribusi serta ketersediaan bahan pangan guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Langkah pemantauan ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan daerah, terutama menjelang momentum meningkatnya kebutuhan masyarakat seperti bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. (*)