Pemkab Lampung Barat Siapkan Posko dan Masjid Ramah Pemudik Jelang Lebaran
Rapat koordinasi lintas sektor yang digelar di Aula Kagungan, Setdakab Lampung Barat, Selasa (10/03/2025). Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Lampung Barat - Pemerintah Kabupaten Lampung Barat bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mulai mematangkan berbagai langkah antisipasi menghadapi arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah.
Upaya dilakukan untuk memastikan perjalanan para pemudik yang melintasi wilayah Lampung Barat dapat berlangsung aman, tertib, dan nyaman.
Persiapan ini dibahas dalam rapat koordinasi lintas sektor yang digelar di Aula Kagungan, Setdakab Lampung Barat, Selasa (10/03/2025) sore.
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus yang didampingi Wakil Bupati Drs. Mad Hasnurin.
Kegiatan ini juga dihadiri berbagai unsur Forkopimda serta jajaran perangkat daerah guna menyatukan langkah menghadapi potensi lonjakan arus kendaraan menjelang Hari Raya Idul Fitri yang diperkirakan meningkat dibanding tahun sebelumnya.
Sejumlah pihak turut hadir dalam pertemuan tersebut, di antaranya unsur Polres Lampung Barat, Kodim 0422/LB, Kejaksaan Negeri Lampung Barat, Kementerian Agama Lampung Barat, serta anggota DPRD.
Selain itu hadir pula Badan Pusat Statistik (BPS), Pengadilan Agama, Sekretaris Daerah, para asisten, staf ahli, kepala perangkat daerah, hingga para camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat.
Pertemuan tersebut difokuskan pada kesiapan lintas sektor dalam menghadapi mobilitas masyarakat selama masa mudik dan arus balik Lebaran.
Pemerintah daerah menilai koordinasi antarinstansi menjadi langkah penting agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan maksimal selama periode tersebut.
Dalam arahannya, Bupati Parosil Mabsus menyoroti pentingnya penyediaan fasilitas istirahat bagi para pemudik yang menempuh perjalanan jauh.
Ia mengapresiasi program pemerintah pusat yang memanfaatkan masjid di sepanjang jalur mudik sebagai posko ramah pemudik.
Parosil menilai keberadaan masjid sebagai tempat singgah sementara dapat memberikan kenyamanan bagi para pemudik yang membutuhkan waktu untuk beristirahat.
Menurutnya, fasilitas tersebut sangat membantu mengurangi risiko kelelahan bagi pengendara yang melakukan perjalanan jarak jauh.
Ia menyebut sejumlah kecamatan di Lampung Barat yang dinilai strategis untuk menyediakan fasilitas istirahat bagi para pemudik. Di antaranya Kecamatan Sumber Jaya, Way Tenong, Sekincau, dan Batu Ketulis yang berada di jalur perlintasan kendaraan antarwilayah.
Menurut Parosil, masjid-masjid yang berada di tepi jalan utama memiliki potensi besar untuk dijadikan titik singgah bagi pemudik.
Dengan fasilitas sederhana seperti tempat istirahat, air bersih, serta area ibadah, masjid dapat menjadi lokasi yang nyaman bagi masyarakat yang sedang dalam perjalanan panjang.
Untuk memastikan kesiapan tersebut, Parosil meminta para camat dan peratin agar berkoordinasi dengan pengurus masjid setempat.
Ia berharap fasilitas yang disiapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi para pemudik yang melintasi wilayah Lampung Barat.
Selain fasilitas istirahat, kesiapan posko pengamanan juga menjadi perhatian utama dalam rapat tersebut.
Bupati Parosil menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian yang telah berkomitmen mendirikan sejumlah posko pengamanan selama periode mudik dan arus balik Lebaran.
Kapolres Lampung Barat diketahui telah merencanakan pembangunan empat titik posko pengamanan di lokasi-lokasi strategis.
Posko tersebut diharapkan mampu menjadi pusat koordinasi pengamanan serta pelayanan bagi masyarakat selama musim mudik berlangsung.
Empat titik posko tersebut rencananya akan ditempatkan di wilayah perbatasan Kecamatan Sumber Jaya dengan Kabupaten Lampung Utara, Kecamatan Sekincau, Bundaran Tugu Ara di pusat Kota Liwa, serta Kecamatan Sukau yang berbatasan dengan Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Provinsi Sumatera Selatan.
Bupati Parosil juga meminta seluruh dinas terkait untuk turut mendukung operasional posko tersebut.
Ia menegaskan bahwa fasilitas pendukung seperti layanan kesehatan hingga ketersediaan ambulans harus dipastikan siap digunakan apabila diperlukan.
Menurutnya, dukungan dari berbagai instansi sangat diperlukan agar posko pengamanan dapat memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.
Selain aparat keamanan, keterlibatan tenaga kesehatan juga dinilai penting untuk mengantisipasi kondisi darurat selama arus mudik.
Tidak hanya itu, Parosil juga mendorong keterlibatan organisasi kemasyarakatan seperti Pramuka, Palang Merah Indonesia (PMI), serta Palang Merah Remaja (PMR).
Kolaborasi berbagai elemen masyarakat diharapkan dapat memperkuat pelayanan kepada para pemudik yang melintasi wilayah Lampung Barat.
Di bidang pelayanan kesehatan, Bupati Parosil menekankan pentingnya kesiapan tenaga medis di seluruh fasilitas kesehatan.
Ia meminta kepala puskesmas untuk menyusun jadwal piket tenaga kesehatan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan selama masa mudik.
Menurutnya, pelayanan kesehatan tidak boleh terhenti hanya karena momentum libur Lebaran. Pemerintah daerah ingin memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh layanan medis apabila membutuhkan pertolongan selama periode mudik dan arus balik.
Melalui koordinasi lintas sektor tersebut, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat berharap seluruh persiapan dapat berjalan optimal.
Dengan dukungan aparat keamanan, tenaga kesehatan, serta partisipasi masyarakat, arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini diharapkan dapat berlangsung lebih aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan. (*)
Berita Lainnya
-
Elmansyah Ditunjuk Jadi Direktur Kepatuhan BPRS Lampung Barat
Selasa, 10 Maret 2026 -
Warga Serbu Gerakan Pangan Murah di Pasar Liwa Jelang Lebaran
Selasa, 10 Maret 2026 -
Warga Kebun Tebu Serbu Gerakan Pangan Murah Pemkab Lampung Barat
Minggu, 08 Maret 2026 -
Perkuat Basis Partai, Parosil Lantik 332 Pengurus Ranting PDI Perjuangan di Lampung Barat
Sabtu, 07 Maret 2026









