• Jumat, 13 Maret 2026

Jelang Lebaran, Pemkot Metro Monitoring Harga dan Stok Pangan di Sejumlah Pasar

Jumat, 13 Maret 2026 - 13.07 WIB
19

Wakil Walikota Metro, Dr. M. Rafieq Adi Pradana bersama Ketua DPRD Kota Metro Ria Hartini saat melakukan peninjauan sejumlah komoditas pangan menjelang lebaran. Foto: Arby/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Metro - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Metro bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan monitoring harga dan ketersediaan bahan pokok di sejumlah pasar dan distributor sembako di Kota Metro, Jumat (13/3/2026).

Dari pantauan Kupastuntas.co, rombongan yang terdiri dari Wali Kota Metro, Wakil Wali Kota, Ketua DPRD, Kapolres hingga unsur Forkopimda itu melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik perdagangan strategis. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi pemerintah daerah terhadap potensi lonjakan harga dan kelangkaan bahan pokok menjelang Lebaran.

Adapun lokasi yang menjadi sasaran pemantauan di antaranya pasar tradisional Margorejo, distributor sembako Bawang Lanang, hingga kawasan pusat perdagangan kota seperti Pasar Kopindo, Hamparan Agus Salim, dan Pasar Basah Terminal Kota Metro.

Dalam monitoring tersebut, Pemkot Metro menemukan sejumlah komoditas pangan mulai mengalami kenaikan harga. Kenaikan ini dinilai sebagai fenomena yang kerap terjadi menjelang hari raya, ketika permintaan masyarakat terhadap kebutuhan pokok meningkat.

Wakil Wali Kota Metro, Dr. M. Rafieq Adi Pradana, mengatakan bahwa pihaknya menemukan kenaikan harga pada beberapa komoditas, khususnya di Pasar Kopindo.

“Untuk di Pasar Kopindo kita sudah cek ada kenaikan sekitar Rp20 ribu atau sekitar 16 persen dari harga normal. Kalau untuk stok sebenarnya aman, tapi kenaikan harga ini disebabkan oleh lonjakan pembelian karena sebentar lagi akan datang Hari Raya Lebaran,” ujarnya saat meninjau pasar.

Menurutnya, meskipun terjadi kenaikan harga, daya beli masyarakat saat ini dinilai masih belum maksimal. Hal tersebut diduga berkaitan dengan belum cairnya Tunjangan Hari Raya (THR) bagi sebagian masyarakat.

“Tapi kita lihat untuk daya beli masyarakat memang masih belum maksimal, karena mungkin THR yang belum cair atau pendapatan-pendapatan lain yang belum diterima oleh masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, berdasarkan ketentuan dari pemerintah pusat, pencairan THR dijadwalkan paling lambat tujuh hari sebelum Hari Raya Idul Fitri. Dengan demikian, pemerintah memprediksi lonjakan aktivitas pembelian akan terjadi dalam waktu dekat.

“Harapannya, karena memang sudah menjadi peraturan dari pemerintah pusat untuk THR cair H-7, dimungkinkan besok lonjakan pembeli akan terjadi di pasar Kota Metro,” tambahnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan tersebut, Pemkot Metro menyiapkan sejumlah skema pengendalian agar ketersediaan bahan pokok tetap terjaga dan tidak terjadi gejolak harga yang signifikan.

“Skema yang akan kami lakukan untuk menghadapi lonjakan pembelian ini tentu kita harus memastikan stok ada. Tadi sudah kita cek juga daging ayam, daging sapi, telur, cabai, bawang dan lainnya. Semua sudah kita cek untuk ketersediaan stoknya,” jelas Rafieq.

Ia menegaskan, selama ketersediaan stok pangan tetap aman, pemerintah optimistis harga dapat tetap terkendali. Selain itu, Pemkot Metro juga membuka kemungkinan untuk kembali menggelar program pasar murah bagi masyarakat.

“Yang pasti selama stok aman nanti insya Allah bisa dibantu juga dengan Dinas Perdagangan untuk menggelar pasar murah seperti biasa,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu pedagang daging di Pasar Kopindo Kota Metro yang dikenal dengan nama Abah Pendi mengakui bahwa harga daging sapi memang mengalami kenaikan menjelang Lebaran.

“Sekarang harga daging sudah Rp140 ribu per kilogram dari sebelumnya hanya Rp130 ribu. Alhamdulillah menjelang Lebaran ini stabil ya, untuk stok habis terus setiap hari,” katanya.

Menurutnya, meskipun terjadi kenaikan harga, aktivitas pembelian dari masyarakat justru mengalami peningkatan dibandingkan hari-hari biasa.

“Walaupun harganya naik dibandingkan sebelumnya, tapi yang beli cukup banyak ya, meningkat,” tambahnya.

Monitoring yang dilakukan Pemkot Metro ini menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang momentum Hari Raya Idul Fitri. Pemerintah daerah juga menegaskan akan terus melakukan pemantauan rutin agar tidak terjadi penimbunan atau permainan harga yang dapat merugikan masyarakat.

Dengan meningkatnya kebutuhan menjelang Lebaran, pemerintah berharap distribusi bahan pokok tetap lancar sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan hari raya tanpa harus menghadapi lonjakan harga yang terlalu tinggi. (*)