• Kamis, 19 Maret 2026

‎Gudang Penimbunan Solar Ilegal di Gedong Tataan Ludes Terbakar, Dentuman Ledakan Picu Kepanikan Warga

Kamis, 19 Maret 2026 - 11.06 WIB
40

‎Gudang Penimbunan Solar Ilegal di Gedong Tataan Ludes Terbakar, Dentuman Ledakan Picu Kepanikan Warga. Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Pesawaran - Kebakaran besar menghanguskan sebuah gudang yang diduga menjadi lokasi penimbunan BBM jenis solar ilegal di Jalan Raden Gunawan, Kelurahan Kurungan Nyawa, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Rabu (18/3/2026) malam.

‎Api yang berkobar hebat disertai kepulan asap hitam pekat terlihat jelas dari jalan raya. Sejumlah warga berhamburan keluar rumah karena panik, terlebih saat terdengar beberapa kali ledakan dari dalam gudang.

‎Sebagian warga hanya bisa menyaksikan dari kejauhan, sementara lainnya mengabadikan peristiwa tersebut menggunakan telepon genggam.

‎Berdasarkan informasi di lapangan, gudang tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas ilegal milik seorang oknum anggota Brimob.
‎Meski demikian, identitasnya hingga kini masih didalami oleh pihak kepolisian.

‎Petugas pemadam kebakaran dari Kabupaten Pesawaran yang menerima laporan langsung meluncur ke lokasi kejadian. Namun saat tiba, api telah membesar dan melalap hampir seluruh bagian gudang.

‎Komandan Regu Jaga Damkar Pesawaran, Diki Zulkarnaen, mengatakan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 21.45 WIB.

‎“Begitu kami sampai, kondisi api sudah besar. Kami langsung lakukan upaya pemadaman,” ujarnya.

‎Dalam penanganan kebakaran ini, dua unit mobil damkar dari Pesawaran dikerahkan, dibantu satu unit dari Posko Jati Agung, Lampung Selatan. Total sebanyak 11 personel diterjunkan ke lokasi.

‎Besarnya kobaran api dipicu banyaknya bahan bakar yang tersimpan di dalam gudang. Selain bangunan, api juga melahap satu unit mobil tangki dan puluhan tandon berisi solar.

‎Ledakan dari dalam tangki terjadi berulang kali dan sempat membuat api kembali membesar meski sebelumnya sempat dikendalikan.

‎“Ada beberapa kali ledakan. Api sempat mengecil, tapi membesar lagi karena masih ada bahan bakar,” jelas Diki.

‎Ia memperkirakan satu tangki yang terbakar memiliki kapasitas hingga sekitar 8.000 liter solar.

‎“Kurang lebih sekitar 8.000 liter isi tangkinya,” tambahnya.

‎Proses pemadaman juga terkendala karena tidak tersedianya bahan pemadam jenis foam (busa) yang ideal untuk kebakaran BBM.

‎“Seharusnya pakai busa agar cepat padam, tapi di lokasi tidak ada, jadi cukup menyulitkan,” katanya.

‎Di lokasi kejadian, petugas menemukan banyak drum dan tandon yang tersebar, bahkan sebagian disembunyikan di area semak-semak.

‎Saat kebakaran terjadi, gudang dalam kondisi tertutup dan tidak ditemukan penjaga di lokasi.

‎Api juga sempat merambat ke area sekitar akibat tumpahan solar. Hingga dini hari, petugas masih melakukan pendinginan guna mencegah api kembali muncul.

‎Pihak kepolisian kini masih menyelidiki penyebab kebakaran sekaligus mendalami dugaan praktik penimbunan BBM ilegal yang terjadi di lokasi tersebut.

‎Sehingga hingga saat berita ini diterbitkan belum ada keterangan secara pasti terkait penyebab hingga pemilik gudang ilegal dari pihak kepolisian. (*)