• Selasa, 24 Maret 2026

‎Pasca Insiden Maut, BPBD Pesibar Larang Wisatawan Berenang di Area Pantai Tanpa Pengawasan

Selasa, 24 Maret 2026 - 19.15 WIB
17

‎Pasca Insiden Maut, BPBD Pesibar Larang Wisatawan Berenang di Area Pantai Tanpa Pengawasan. Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Pesisir Barat - Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) resmi mengeluarkan imbauan kepada seluruh pengunjung pantai menyusul insiden tenggelamnya tiga warga asal Lampung Barat di Pantai Mandiri, Kecamatan Krui Selatan.

‎Imbauan tersebut tertuang dalam press rilis BPBD bernomor 360/PR/BPBD-PSB/III/2026 yang diterbitkan pada 24 Maret 2026.

Langkah ini diambil sebagai bentuk tindak lanjut sekaligus upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terulang, terutama menjelang libur panjang Idul Fitri 1447 Hijriah.

‎Dalam rilis tersebut, BPBD mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi dan cuaca buruk yang kerap terjadi di wilayah pesisir Pesisir Barat. Kondisi ini dinilai berisiko tinggi bagi wisatawan yang beraktivitas di kawasan pantai.

‎Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Pesisir Barat, Roby Arfan, menegaskan bahwa keselamatan pengunjung harus menjadi prioritas utama.

a mengimbau wisatawan agar selalu memperhatikan informasi cuaca yang disampaikan petugas sebelum melakukan aktivitas di pantai.

‎Selain itu, masyarakat diminta menghindari aktivitas berenang saat gelombang tinggi, karena arus laut di sejumlah titik pantai, termasuk Pantai Mandiri, dikenal cukup kuat dan berpotensi membahayakan.

‎BPBD juga secara tegas melarang pengunjung berenang di area yang tidak memiliki pengawasan petugas. Langkah ini penting guna meminimalisir risiko kecelakaan laut, terutama di lokasi yang rawan arus balik.

‎Pengunjung juga diingatkan untuk selalu mematuhi rambu-rambu yang telah dipasang serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Keberadaan rambu tersebut merupakan penanda area aman maupun berbahaya yang wajib diperhatikan.

Baca juga : Korban Hilang di Pantai Mandiri Pesibar Ditemukan Meninggal Dunia

‎Perhatian khusus juga diberikan kepada anak-anak. Orang tua diminta untuk mengawasi anak secara ketat selama berada di kawasan pantai guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

‎Selain itu, wisatawan diminta menjauhi area berbahaya seperti lokasi dengan arus balik, karang tajam, serta tebing pantai yang rawan longsor. Area tersebut dinilai memiliki potensi kecelakaan yang cukup tinggi.

‎BPBD menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap tanda-tanda alam, termasuk perubahan cuaca secara tiba-tiba yang dapat memicu gelombang tinggi dalam waktu singkat.

Dalam kondisi darurat, masyarakat diminta segera melapor kepada petugas terdekat atau pihak berwenang agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.

‎Imbauan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa potensi bahaya di kawasan wisata pantai tidak boleh dianggap sepele, terlebih saat kunjungan wisatawan meningkat signifikan pada musim liburan.

‎Peristiwa tenggelamnya tiga warga Lampung Barat sebelumnya menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mengingat kejadian tersebut terjadi di salah satu destinasi wisata unggulan di Pesisir Barat.

‎BPBD berharap, dengan adanya imbauan ini, kesadaran masyarakat terhadap keselamatan saat berwisata di pantai dapat meningkat, sehingga insiden serupa dapat dicegah di masa mendatang.

‎Pemerintah daerah juga memastikan akan terus meningkatkan pengawasan dan kesiapsiagaan petugas di sejumlah titik wisata pantai selama periode libur Idul Fitri.

‎BPBD Pesisir Barat menegaskan komitmennya untuk selalu siaga dalam menjaga keselamatan masyarakat, sekaligus mengajak seluruh pengunjung untuk bersama-sama mematuhi imbauan demi keamanan selama berwisata. (*)