• Rabu, 01 April 2026

Rapat Enam Jam Berakhir Tanpa Kesimpulan, DPRD Metro Akui Belum Kantongi Data Kunci

Rabu, 01 April 2026 - 16.53 WIB
283

Walikota Metro, Bambang Iman Santoso dan Ketua DPRD Kota Metro, Ria Hartini saat diwawancarai awak media usai rapat tertutup selama enam jam di OR DPRD setempat. Foto: Arby/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Metro - Rapat maraton selama hampir enam jam antara DPRD Kota Metro dan Wali Kota Bambang Iman Santoso berakhir tanpa kesimpulan yang jelas. Alih-alih menjawab berbagai pertanyaan publik, pertemuan tertutup tersebut justru menyisakan tanda tanya besar, terutama terkait transparansi penggunaan pinjaman daerah sebesar Rp20 miliar.

Tepat pukul 15.54 WIB, Wali Kota bersama Ketua DPRD Kota Metro, Ria Hartini, akhirnya keluar dari ruang rapat dan memberikan keterangan kepada awak media. Namun, penjelasan yang disampaikan dinilai jauh dari harapan, karena tidak ada keputusan maupun kejelasan substansi hasil pertemuan.

Dalam keterangannya, Wali Kota menegaskan kehadirannya sebagai bentuk penghormatan terhadap lembaga legislatif.

“Yang pertama saya sampaikan kepada kawan-kawan media, saya sebagai kepala daerah menghadiri undangan dari lembaga legislatif. Kami sudah hadir bersama tim TAPD,” kata Bambang dihadapan awak media, Rabu (1/4/2026).

Namun ketika ditanya lebih jauh terkait substansi pembahasan, terutama soal penggunaan pinjaman Rp20 miliar yang selama ini menjadi sorotan, Wali Kota justru mengalihkan penjelasan ke tim teknis.

“Pertanyaannya kan kaitannya dengan transparansi penggunaan dana pinjaman Rp20 miliar. Kalau secara rinci dan teknis nanti disampaikan oleh tim TAPD kami, yaitu dari BPKAD,” paparnya.

Di sisi lain, Ketua DPRD Kota Metro, Ria Hartini, justru mengakui bahwa pihaknya hingga kini belum memegang data lengkap terkait pinjaman tersebut, sebuah pengakuan yang mempertegas bahwa rapat panjang itu belum menghasilkan kejelasan substantif.

“Seperti yang disampaikan Pak Wali tadi, terkait pinjaman Rp20 miliar, tadi sudah kita obrolkan bersama. Dan Pak Wali menyampaikan akan menunggu tim TAPD untuk menyampaikan kepada kita,” ujarnya.

Ria menegaskan bahwa DPRD masih berada pada posisi menunggu data resmi dari pihak eksekutif sebelum dapat mengambil sikap atau memberikan tanggapan.

“Kami DPRD juga belum mendapatkan datanya. Makanya kita masih menunggu data atau bahan dari pihak eksekutif. InsyaAllah dua atau tiga hari ke depan kita akan tanggapi,” lanjutnya.

Menariknya, saat dicecar pertanyaan lebih kritis oleh awak media, Ria justru mengubah nada pernyataannya. Jika sebelumnya rapat disebut sebagai forum penting evaluasi, kini ia menyebut pertemuan tersebut sebagai momentum silaturahmi.

“Undangan ini adalah undangan silaturahmi. Terus kita juga membahas bagaimana ke depan, program-program ke depan,” kata Ria.

Pernyataan ini memunculkan pertanyaan baru, apakah rapat selama enam jam yang digelar tertutup itu memang sekadar silaturahmi, atau ada substansi yang belum sepenuhnya dibuka ke publik. Saat ditanya kemungkinan adanya dugaan kesepakatan tertentu di balik pertemuan tersebut, Ria membantah tegas.

“Tidak ada, tidak ada. Kami belum bisa menjawab karena bahannya belum kami pegang. Kami akan menunggu bahan itu. Terkait pinjaman itu sendiri, Pak Wali sudah ada aturan yang mengatur, tidak perlu ada persetujuan DPRD,” jelasnya.

Namun pengakuan paling krusial justru muncul di akhir. DPRD secara terang-terangan menyatakan belum mengetahui secara pasti penggunaan dana pinjaman Rp20 miliar dari Bank Lampung tersebut.

“Sampai dengan hari ini kami belum dapat bahan itu. Makanya kami belum bisa menjawab. InsyaAllah dua atau tiga hari ke depan, kalau kami sudah dapat bahan, kami akan sampaikan,” tandas Ria.

Fakta bahwa DPRD belum mengantongi data rinci setelah rapat panjang dengan pihak eksekutif menjadi sorotan serius. Di tengah tuntutan transparansi dan akuntabilitas, kondisi ini justru memperkuat kesan bahwa informasi strategis masih belum terbuka sepenuhnya.

Kini, publik Metro berada dalam posisi menunggu data, menunggu penjelasan, dan menunggu kejelasan yang seharusnya sudah bisa disampaikan hari ini. Namun satu hal yang mengemuka, rapat enam jam itu belum menghasilkan jawaban. Dan ketika jawaban belum ada, maka pertanyaan publik akan terus membesar. (*)