• Rabu, 01 April 2026

Tokoh Pers Metro Sayangkan Rapat Tertutup DPRD dan Walikota

Rabu, 01 April 2026 - 15.15 WIB
82

Tokoh Pers Kota Metro, Naim Emel Prahana, saat diwawancarai di gedung DPRD Kota Metro. Foto: Arby/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Metro - Keputusan menutup rapat antara DPRD Kota Metro dan Walikota Bambang Iman Santoso terus menuai kritik. Kali ini, suara keras datang dari kalangan pers. Tokoh pers Kota Metro, Naim Emel Prahana, secara terbuka menyayangkan sikap DPRD dan pemerintah kota yang dinilai tidak konsisten dalam menjunjung keterbukaan informasi.

Menurut Naim, rapat yang semula dipahami sebagai forum terbuka justru berubah menjadi tertutup di tengah jalan, bahkan disertai permintaan kepada wartawan untuk keluar dari ruangan.

"Kami menyayangkan rapat yang sebelumnya dinyatakan terbuka, tetapi kemudian ada peristiwa yang meminta wartawan keluar ruangan dan Ketua DPRD justru menyebut rapat itu tertutup,” kata dia di hadapan awak media yang hadir meliput di Gedung DPRD Kota Metro, Rabu (1/4/2026).

Ia mempertanyakan urgensi penutupan rapat tersebut, terlebih forum itu berlangsung di tengah situasi krusial menjelang rapat paripurna LKPJ, agenda penting yang berkaitan langsung dengan pertanggungjawaban kepala daerah kepada publik.

"Sebenarnya ada hal rahasia apa yang dibahas? Apalagi ini menjelang rapat paripurna LKPJ,” ujarnya dengan nada kritis.

Bagi Naim, langkah menutup rapat justru berpotensi memperburuk persepsi publik. Alih-alih meredam polemik, keputusan tersebut dinilai membuka ruang spekulasi yang semakin liar.

"Dengan seperti ini justru menimbulkan persepsi negatif di tengah publik terkait dugaan ada hal yang mereka sepakati menjelang paripurna LKPJ,” lanjutnya.

Baca juga : Rapat DPRD dan Walikota Metro Tertutup: Wartawan Diusir, Transparansi Dipertanyakan

Ia menegaskan, dalam konteks pemerintahan yang demokratis, transparansi bukan hanya pilihan, melainkan kewajiban. Apalagi, isu yang dibahas dalam rapat tersebut menyangkut kepentingan luas masyarakat, mulai dari kinerja pembangunan hingga pengelolaan anggaran.

"Kenapa tidak terbuka saja dan disiarkan secara langsung sehingga dapat disaksikan oleh masyarakat? Jadi masyarakat tahu apa alasan utama DPRD memanggil wali kota dan apa jawaban sesungguhnya,” katanya.

Naim bahkan secara terang-terangan menyinggung kemungkinan adanya kesepakatan yang tidak ingin diketahui publik, sebuah dugaan yang menurutnya muncul akibat minimnya keterbukaan.

"Apakah ada deal-dealan tertentu yang publik tidak boleh tahu? Ini saja yang kami sayangkan. Mudah-mudahan DPRD dan wali kota dapat memberikan penjelasan dengan jujur saat konferensi pers nanti,” tegasnya.

Kritik tersebut semakin menguat seiring lamanya durasi rapat yang berlangsung tertutup. Hingga pukul 14.51 WIB, rapat belum juga selesai, padahal rapat paripurna LKPJ dijadwalkan berlangsung pada pukul 13.30 WIB.

Hingga berita ini diterbitkan, baik pihak DPRD maupun Walikota Bambang Iman Santoso belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi masih belum membuahkan hasil, sementara rapat tertutup masih berlangsung. (*)