• Kamis, 02 April 2026

Setelah Viral, Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Kalipasir Akhirnya Dimulai

Kamis, 02 April 2026 - 08.45 WIB
20

Groundbreaking pembangunan jembatan Perintis Garuda Kalipasir, Way Bungur, Lampung Timur, Rabu (1/4/2026). Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Setelah lama dinantikan masyarakat dan sempat viral di media sosial, pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap III dan IV di Desa Kalipasir, Kecamatan Bungur, Kabupaten Lampung Timur akhirnya resmi dimulai.

Peletakan batu pertama atau ground breaking dilakukan oleh Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela bersama Wakil Bupati Lampung Timur Azwar Hadi, jajaran TNI, serta Forkopimda Kabupaten Lampung Timur pada, Rabu (1/4/2026) kemarin.

Dalam keterangannya, Jihan, memberikan apresiasi atas dimulainya pembangunan jembatan yang telah lama dinantikan masyarakat setempat.

Ia menilai kehadiran jembatan tersebut menjadi solusi penting untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, khususnya bagi warga Desa Kalipasir yang selama ini bergantung pada transportasi perahu sebagai akses utama.

"Jembatan ini merupakan infrastruktur yang sangat krusial. Jika jalan masih bisa dilalui meski dalam kondisi kurang baik, berbeda halnya jika jembatan tidak tersedia, maka konektivitas benar-benar terputus," ujarnya.

Jihan juga mengakui keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala dalam percepatan pembangunan infrastruktur di daerah.

Meski pembangunan jembatan tersebut menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, Pemprov Lampung tetap berupaya melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat guna mendorong realisasi pembangunan.

Ia mengungkapkan bahwa pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan bagian dari program nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto dan dilaksanakan oleh TNI.

"Ini merupakan bentuk nyata sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan TNI. Kolaborasi seperti ini sangat penting agar pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran," kata Jihan.

Lebih lanjut, Jihan menjelaskan bahwa jembatan yang dibangun di Desa Kalipasir memiliki panjang yang relatif lebih besar dibandingkan jembatan serupa di wilayah lain di Lampung, sehingga membutuhkan koordinasi dan kerja sama lintas pihak.

Ia berharap pembangunan tahap III dan IV dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu. Selain itu, Jihan juga mengingatkan masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat jembatan setelah selesai dibangun agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

"Jembatan ini nantinya akan sangat membantu aktivitas masyarakat, mulai dari anak sekolah, petani, hingga pedagang. Mari kita jaga bersama agar manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan," pungkasnya. (*)