• Jumat, 03 April 2026

Pemprov Lampung Gelontorkan 170 Miliar Perbaiki Tiga Ruas Jalan Lampung Tengah

Jumat, 03 April 2026 - 17.28 WIB
27

Tampak jalan rusak di Lampung Tengah yang akan diperbaiki tahun ini. Foto: Ria/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Tengah - Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi mengalokasikan anggaran sebesar Rp170 miliar untuk perbaikan tiga ruas jalan prioritas di Kabupaten Lampung Tengah pada tahun 2026. 

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, mengatakan perbaikan ini menjadi bagian dari pembangunan poros jalan baru yang menghubungkan wilayah Pringsewu hingga Lampung Utara.

"Ada lima ruas di Lampung Tengah dan tiga di antaranya kita perbaiki tahun ini. Untuk ruas Kalirejo - Bangunrejo, jika melihat kepadatan penduduk, ini termasuk wilayah paling padat di Lampung Tengah setelah Punggur - Trimurjo," katanya saat memberikan keterangan, Jum'at (3/4/2026).

Ia menjelaskan, tingkat lalu lintas harian rata-rata (LHR) di wilayah tersebut cukup tinggi. Pada ruas Kalirejo - Bangunrejo, LHR mencapai lebih dari 5.000 kendaraan per hari. 

Tingginya aktivitas lalu lintas tersebut dipengaruhi keberadaan tiga pasar utama di wilayah tersebut, yakni Pasar Kalirejo, Pasar Bangunrejo, dan Pasar Poncowarno.

"Di sini sangat ramai. Bahkan LHR-nya termasuk paling tinggi se-Provinsi Lampung," ujarnya.

Untuk tahun 2026, Pemprov Lampung mengalokasikan anggaran sebesar Rp60 miliar untuk ruas Bangunrejo-Kalirejo, Rp70 miliar untuk ruas Kalirejo-Padangratu dan Rp40 miliar untuk ruas Padangratu-Pekurun Udik.

Menurut Taufiqullah, pembangunan jalan ini menggunakan konstruksi rigid beton secara menyeluruh, mengingat wilayah tersebut merupakan daerah dengan aktivitas kendaraan berat yang tinggi.

"Daerah ini penghasil sawit, padi, dan jagung. Selain itu juga terdapat tambang rakyat seperti pasir dan tanah untuk produksi genteng serta bata. Bahkan bata dari daerah ini dipasarkan hingga ke Jakarta dan luar Lampung," jelasnya.

Pada ruas Kalirejo - Bangunrejo, panjang total jalan mencapai 14 kilometer. Namun pada tahap tahun ini, pembangunan difokuskan sepanjang 5,5 kilometer.

"Seharusnya bisa selesai seluruhnya, namun karena adanya eskalasi harga, ada sekitar 700 meter yang belum bisa dibangun. Nantinya akan dilanjutkan pada tahap berikutnya," katanya.

Selain itu, peningkatan jalan provinsi di Lampung Tengah juga ditargetkan mampu meningkatkan kondisi jalan mantap secara signifikan.

Saat ini kondisi jalan mantap di Lampung Tengah berada di angka 89 persen dan ditargetkan meningkat menjadi 98 persen setelah proyek selesai.

"Besok kita juga akan membangun ruas Bandar Jaya - Mandala dengan anggaran sekitar Rp100 miliar dari dana pinjaman. Dengan ini target jalan mantap di Lampung Tengah bisa mencapai 98 persen," tambahnya.

Lebar jalan pada seluruh ruas yang diperbaiki juga ditingkatkan dari sebelumnya sekitar 4,5 meter menjadi 6 meter dengan bahu jalan masing-masing 1 meter di kanan dan kiri. 

Selain itu, sistem drainase juga dibangun untuk mencegah banjir di sepanjang ruas jalan.

"Semua sudah kita pikirkan, termasuk drainase. Air sudah kita arahkan, insyaallah tidak akan terjadi banjir lagi," ujarnya.

Taufiqullah juga menyinggung kondisi jalan sebelumnya yang sempat viral di media sosial karena rusak parah hingga tergenang air.

"Yang kemarin sempat viral sampai masyarakat mandi-mandi di jalan, insyaallah setelah diperbaiki tidak akan terjadi lagi," katanya.

Setelah pembangunan Kalirejo - Bangunrejo, Pemprov Lampung juga akan melanjutkan pembangunan ruas Padang Ratu - Kalirejo sepanjang 6,5 kilometer dan Padang Ratu - Pekurun Udik sepanjang 3,5 kilometer dengan spesifikasi yang sama menggunakan konstruksi rigid beton.

"Semua jenis penanganan menggunakan rigid beton, lebar jalan 6 meter ditambah bahu kanan kiri 1 meter. Jadi total lebar menjadi 8 meter," pungkasnya. (*)