• Selasa, 14 April 2026

Gubernur Lampung Tekankan Kolaborasi dan Deteksi Dini dalam Percepatan Eliminasi TBC

Selasa, 14 April 2026 - 13.31 WIB
29

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, saat sambutan di Aula Semergo, Kota Bandar Lampung, Selasa (14/4/2026). Foto: Sri/kupastuntas.co

Sri

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor serta penguatan deteksi dini dalam upaya percepatan eliminasi tuberkulosis (TBC) di Provinsi Lampung.

Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan pertemuan bersama Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, dan Wakil Menteri Kesehatan RI, Benyamin Paulus Octavianus, di Aula Semergo, Kota Bandar Lampung, Selasa (14/4/2026).

Menurut Gubernur, TBC masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat karena tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga produktivitas daerah.

Oleh karena itu, diperlukan langkah konkret melalui pendekatan promotif dan preventif, salah satunya lewat program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

"Melalui CKG, penyakit yang sebelumnya tidak terdeteksi kini mulai terungkap. Ini menjadi langkah penting agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat sebelum kondisi semakin parah,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa dari setiap 10 orang yang melakukan cek kesehatan, sekitar tiga orang memiliki indikasi penyakit seperti hipertensi atau diabetes. Hal ini, kata dia, menjadi bukti bahwa deteksi dini sangat krusial dalam sistem pelayanan kesehatan.

Gubernur juga menyoroti dampak program tersebut terhadap layanan rumah sakit. Ia menyebut, sebelumnya rujukan ke RSUD Abdul Moeluk dapat mencapai 600 hingga 700 pasien per hari. Namun dengan penguatan layanan di tingkat puskesmas, angka rujukan diharapkan dapat ditekan.

"Kalau penanganan dilakukan di tingkat awal, beban rumah sakit bisa berkurang dan masyarakat tidak perlu jauh-jauh berobat,” jelasnya.

Selain itu, ia menekankan bahwa tingginya angka rujukan juga berdampak pada sektor ekonomi masyarakat. Banyak pasien yang harus didampingi keluarga, sehingga mengurangi aktivitas produktif, terutama bagi warga dari daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur turut mengapresiasi peran kader kesehatan di tingkat kelurahan dan posyandu yang aktif mengedukasi masyarakat. Ia menyebut, semangat kader menjadi salah satu kunci keberhasilan program kesehatan di daerah.

Ia juga memaparkan capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Provinsi Lampung yang terus menunjukkan tren positif, yakni 103 persen pada 2024 dan meningkat menjadi 131 persen pada 2025. Sementara itu, capaian pengobatan kasus TBC mencapai 95 persen pada 2024 dan meningkat menjadi 98 persen pada 2025.

"Kita harus tancap gas di 2026 untuk mempercepat penemuan kasus TBC agar target eliminasi bisa tercapai,” tegasnya.

Lebih lanjut, Gubernur menekankan bahwa keberhasilan program kesehatan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi harus melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat, organisasi, dan sektor swasta.

Ia juga menyinggung posisi strategis Bandar Lampung sebagai wajah Provinsi Lampung. Dengan kunjungan wisatawan yang mencapai 28 juta orang pada 2025, kesehatan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga citra daerah.

"Kita ingin wisatawan yang datang membawa kesan baik tentang Lampung, tidak hanya indah, tetapi juga sehat dan tertib,” katanya. (*)