• Selasa, 14 April 2026

Pemkab Lampung Barat Bantah Jalan Way Tenong-Air Hitam Lumpuh Total: Hanya Jalur Alternatif

Selasa, 14 April 2026 - 16.17 WIB
21

Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus saat meninjau jalan putus penghubung Air Hitam - Way Tenong Lampung Barat. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Lampung Barat - Pemerintah Lampung Barat menegaskan bahwa akses masyarakat di Kecamatan Air Hitam dan Way Tenong tidak lumpuh total, meskipun terjadi kerusakan infrastruktur akibat cuaca ekstrem beberapa hari terakhir, hal ini meluruskan informasi yang berkembang di tengah masyarakat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lampung Barat, Mia Miranda, menyebutkan bahwa ruas jalan yang mengalami longsor di wilayah Sukananti–Sidomakmur bukan merupakan jalur utama penghubung antar kecamatan.

Menurutnya, ruas jalan tersebut selama ini hanya berfungsi sebagai jalur alternatif yang digunakan masyarakat untuk mempercepat akses perjalanan antara Kecamatan Way Tenong dan Air Hitam, sehingga bukan akses utama.

“Ruas jalan Sukananti–Sidomakmur yang longsor merupakan jalan alternatif menuju Kecamatan Air Hitam dari Way Tenong, sehingga tidak menyebabkan akses masyarakat lumpuh total,” jelasnya. Selasa (14/4/26).

BACA JUGA: Diterjang Luapan Sungai, Jalan Lintas Padang Tambak-Air Putih Sidomakmur Lampung Barat Putus Total

Peristiwa longsor yang terjadi pada Senin, 13 April 2026, memang menyebabkan badan jalan di titik tersebut terputus akibat tergerus aliran air. Kondisi ini berdampak langsung pada warga yang biasa melintasi jalur tersebut dalam aktivitas sehari-hari.

Meski demikian, Mia menegaskan bahwa masyarakat masih memiliki akses lain yang dapat digunakan untuk tetap menjalankan aktivitas, baik untuk keperluan ekonomi, pendidikan, maupun kebutuhan sehari-hari.

Ia menjelaskan, jalur utama penghubung antara Kecamatan Way Tenong dan Airhitam, yakni ruas jalan Mutar Alam–Gunung Terang, hingga saat ini masih dapat dilalui dengan aman oleh kendaraan dan pengguna jalan.

Selain itu, terdapat pula beberapa jalur alternatif lain yang bisa dimanfaatkan masyarakat, di antaranya melalui Mutar Alam via Kembalu maupun melalui ruas Tanjung Raya–Air Putih, sehingga masyarakat tak perlu khawatir.

Dengan masih berfungsinya jalur utama dan alternatif tersebut, mobilitas masyarakat dinilai tetap berjalan, meskipun harus menempuh jarak yang lebih jauh. “Memang ada hambatan, terutama bagi warga yang biasa melintas di lokasi longsor, namun secara keseluruhan aktivitas masyarakat masih tetap berjalan,” ujar Mia.

Pemerintah daerah juga terus memantau kondisi di lapangan, untuk memastikan tidak terjadi kerusakan lanjutan yang dapat memperparah situasi. Di tengah kondisi cuaca yang masih didominasi hujan masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati saat melintasi jalur yang ada, terutama di wilayah rawan longsor dan genangan air.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat melintas, karena curah hujan masih cukup tinggi dan berpotensi menimbulkan risiko di sejumlah titik,” katanya.

Lebih lanjut, Mia menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam dalam menghadapi kondisi ini. Pihaknya saat ini tengah menyiapkan langkah teknis untuk penanganan ruas jalan yang longsor.

Proses penanganan akan diawali dengan pengukuran serta kajian teknis guna menentukan metode perbaikan yang tepat, mengingat kondisi kerusakan yang membutuhkan perhitungan matang. Pemerintah berharap, dengan adanya jalur alternatif yang masih dapat digunakan, aktivitas masyarakat tidak terganggu secara signifikan sambil menunggu proses perbaikan dilakukan. (*)