Way Tenong dan Air Hitam Lampung Barat Lumpuh, Jalan Putus–Jembatan Hanyut
Way Tenong dan Air Hitam Lampung Barat Lumpuh, Jalan Putus–Jembatan Hanyut. Foto: Ilustrasi
Kupastuntas.co, Lampung Barat - Akses masyarakat di sejumlah wilayah di Lampung Barat lumpuh akibat kerusakan infrastruktur yang dipicu hujan deras berintensitas tinggi. Jalan putus dan jembatan hanyut di beberapa titik membuat mobilitas warga terganggu, terutama di Kecamatan Air Hitam dan Way Tenong.
Kondisi tersebut terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Lampung Barat selama beberapa waktu terakhir. Dampaknya, sejumlah jalur penghubung antarpekon tidak dapat dilalui, sehingga aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat terhambat.
Di jalur Way Kabul, Pekon Sukananti, Kecamatan Way Tenong, badan jalan dilaporkan putus akibat tergerus aliran air. Sementara itu, di wilayah Kecamatan Air Hitam, beberapa jembatan penghubung utama dilaporkan hanyut terbawa arus sungai yang meluap.
Kerusakan paling krusial terjadi di Pekon Semarang Jaya dan Pekon Sumber Alam. Jembatan di dua wilayah tersebut memiliki peran penting sebagai akses utama warga, sehingga kerusakannya berdampak luas terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat.
Selain itu, banjir juga merendam permukiman warga di Pekon Sukadamai. Tidak hanya itu, bencana tanah longsor turut terjadi di wilayah Manggarai, memperparah kondisi di lapangan.
Merespons kondisi tersebut, Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, turun langsung meninjau sejumlah lokasi terdampak pada Selasa (14/4/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan tepat sasaran.
Dalam keterangannya, Parosil menegaskan bahwa percepatan penanganan menjadi prioritas utama pemerintah daerah guna memulihkan kembali akses masyarakat yang terputus.
“Penanganan harus segera dilakukan. Kita tidak ingin masyarakat terlalu lama terdampak, terutama akses jalan dan jembatan yang menjadi urat nadi aktivitas warga,” tegasnya.
Ia menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk segera bergerak sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. Langkah ini dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan secara terkoordinasi dan efektif.
Selain itu, Parosil juga mengajak seluruh elemen pemerintah hingga masyarakat untuk terlibat aktif dalam proses penanganan, terutama melalui gotong royong guna mempercepat pemulihan akses di wilayah terdampak.
“Saya minta semua pihak, mulai dari tingkat pekon, kecamatan, hingga kabupaten, bersama-sama bergotong royong membantu percepatan penanganan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Lampung Barat, Padang Prio Utomo, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan skema penanganan bertahap sesuai tingkat kerusakan yang terjadi di lapangan.
Menurutnya, penanganan akan dilakukan dalam tiga tahap, yakni darurat, semi permanen, dan permanen. Tahapan tersebut disesuaikan dengan kondisi kerusakan serta kemampuan anggaran daerah.
“Penanganan akan dilakukan dalam tiga tahap, yakni darurat, semi permanen, dan permanen. Ini disesuaikan dengan kondisi kerusakan di lapangan,” jelasnya.
Padang menambahkan, perbaikan jembatan di Pekon Sumber Alam dan Semarang Jaya menjadi prioritas utama karena menyangkut akses vital masyarakat yang saat ini terputus.
Sementara untuk jalan putus di Way Kabul, Pekon Sukananti, pihaknya akan melakukan pengukuran serta kajian teknis terlebih dahulu sebelum dilakukan penanganan lebih lanjut.
“Untuk jalan putus, butuh perhitungan matang karena anggaran yang dibutuhkan cukup besar,” imbuhnya.
Camat Air Hitam, Gustian Afriza, menyebutkan bahwa wilayahnya menjadi salah satu daerah yang terdampak paling serius akibat cuaca ekstrem tersebut, dengan setidaknya empat titik kerusakan utama.
Ia merinci, kerusakan tersebut meliputi jembatan putus di Pekon Semarang Jaya dan Sumber Alam, banjir di Pekon Sukadamai, serta tanah longsor di wilayah Manggarai.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah daerah terus mendorong percepatan penanganan agar akses masyarakat yang sempat lumpuh dapat segera pulih dan aktivitas warga kembali berjalan normal dalam waktu dekat. (*)
Berita Lainnya
-
Pemkab Lampung Barat Bantah Jalan Way Tenong-Air Hitam Lumpuh Total: Hanya Jalur Alternatif
Selasa, 14 April 2026 -
31 Tahun Mengabdi, Ismet Inoni Tinggalkan Jejak di Birokrasi Lampung Barat
Selasa, 14 April 2026 -
Viral Sopir Truk Sebut Cabut Berkas Kendaraan di Lampung Rp 10 Juta, Bapenda Tegaskan Biaya Resmi Hanya Rp 250 Ribu
Selasa, 14 April 2026 -
Realisasi PBB Lampung Barat Baru Rp 20,7 Juta, Jauh dari Target Rp 5,23 Miliar
Selasa, 14 April 2026








