• Jumat, 17 April 2026

Bertahun-tahun Tak Diperbaiki, Warga Dadapan Tanggamus Perbaiki Jalan Secara Swadaya

Kamis, 16 April 2026 - 10.07 WIB
163

Bertahun-tahun Tak Diperbaiki, Warga Dadapan Tanggamus Perbaiki Jalan Secara Swadaya. Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Tanggamus - Di tengah keterbatasan dan kekecewaan yang menumpuk, warga RT 04 dan RT 05 Pekon Dadapan, Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Tanggamus, mengambil langkah nyata.

Para warga bergotong royong melakukan pengecoran jalan rabat beton secara swadaya, sebagai bentuk sindiran halus kepada pemerintah daerah yang dinilai belum kunjung memperbaiki akses jalan rusak parah di wilayah tersebut, Kamis (16/4/2026).

Aksi pengecoran yang dilakukan pada hari ini menargetkan sepanjang 500 meter. Namun, karena keterbatasan dana dan tenaga, warga baru mampu menyelesaikan sekitar 300 meter.

"Ini murni swadaya warga. Sudah lama kami menunggu perbaikan, tapi belum juga terealisasi. Akhirnya kami bergerak sendiri,” ujar Aditya, salah satu warga yang ikut dalam kegiatan tersebut.

Jalan yang selama ini rusak disebut telah menyulitkan aktivitas masyarakat, terutama saat musim hujan. Kondisi berlubang dan berlumpur kerap menghambat mobilitas, termasuk aktivitas ekonomi dan akses anak-anak menuju sekolah.

Heru, warga lainnya, mengatakan bahwa aksi ini bukan hanya soal memperbaiki jalan, tetapi juga bentuk kekecewaan yang selama ini dipendam.

"Kalau terus menunggu, entah sampai kapan. Jalan ini urat nadi kami. Mau tidak mau, kami harus bergerak,” kata Heru.

Warga juga menyinggung harapan yang sempat tumbuh saat bupati baru dilantik. Mereka berharap perbaikan jalan segera terealisasi sejalan dengan tagline pembangunan “jalan lurus” yang digaungkan. Namun, hingga kini harapan itu dinilai belum terwujud.

“Kami dulu sempat berharap, apalagi ada semangat ‘jalan lurus’. Tapi kenyataannya, sampai sekarang belum ada perubahan. Seperti kata pepatah, jauh panggang dari api,” ungkap Ibu Watinah.

Warga juga membuka ruang bagi para donatur yang ingin turut membantu percepatan pembangunan jalan tersebut. Ajakan itu disampaikan secara terbuka di tengah proses pengecoran yang masih berlangsung.

"Kalau ada yang ingin membantu, kami sangat terbuka. Karena target kami masih panjang, belum selesai,” tambah Aditya.

Meski dilakukan secara swadaya, semangat gotong royong tampak begitu kuat. Warga dari berbagai kalangan, mulai dari pemuda hingga orang tua, turun langsung mencampur material, mengangkut pasir, hingga meratakan cor beton.

Namun di balik semangat tersebut, terselip harapan agar pemerintah Kabupaten Tanggamus segera mengambil langkah konkret.

"Harapan kami sederhana, pemerintah bisa melihat kondisi ini. Jangan sampai masyarakat terus dibiarkan berjuang sendiri untuk kebutuhan dasar seperti jalan,” tutup Diro, warga lainnya.

Aksi swadaya ini menjadi potret nyata kepedulian masyarakat terhadap lingkungannya, sekaligus pengingat bagi pemerintah daerah bahwa kebutuhan infrastruktur dasar masih menjadi pekerjaan rumah yang mendesak di sejumlah wilayah. (*)