• Kamis, 16 April 2026

KAI Tanjungkarang Tutup 29 Perlintasan Liar Sepanjang 2025, Demi Tekan Kecelakaan

Kamis, 16 April 2026 - 12.12 WIB
27

KAI Tanjungkarang Tutup 29 Perlintasan Liar Sepanjang 2025, Demi Tekan Kecelakaan. Foto: Ist.

Sri

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Dalam upaya menekan angka kecelakaan di jalur kereta, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional IV Tanjungkarang menutup 29 perlintasan liar sepanjang tahun 2025, karena dinilai membahayakan keselamatan perjalanan kereta maupun masyarakat.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi serius KAI dalam meminimalisir potensi tabrakan di perlintasan sebidang yang tidak resmi.

Pasalnya, perlintasan liar umumnya tidak memiliki rambu, penjagaan, maupun sistem pengaman yang memadai, sehingga rawan memicu kecelakaan fatal.

Manajer Humas KAI Divre IV Tanjungkarang, Azhar Zaki Assjari, menegaskan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama dalam operasional perkeretaapian.

“Sepanjang 2025, sebanyak 29 perlintasan liar berhasil kita tutup. Karena perlintasan liar sangat berisiko lantaran tidak dilengkapi sistem pengamanan.

Penutupan ini merupakan langkah mitigasi untuk melindungi perjalanan kereta api sekaligus keselamatan masyarakat,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka akses perlintasan secara ilegal, karena tindakan tersebut dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Dalam pelaksanaannya, KAI tidak berjalan sendiri. Penutupan dilakukan dengan menggandeng pemerintah daerah, aparat keamanan, serta berbagai pemangku kepentingan agar tetap memperhatikan aspek sosial dan akses warga sekitar.

"Selain penertiban fisik, KAI juga mengintensifkan edukasi kepada masyarakat melalui sosialisasi keselamatan, kampanye di lingkungan sekitar rel, hingga kolaborasi lintas instansi guna meningkatkan kesadaran disiplin berlalu lintas., " jelasnya.

KAI juga terus memetakan titik-titik rawan dan melakukan evaluasi berkala sebagai dasar penertiban lanjutan. Upaya ini dilakukan secara bertahap untuk menciptakan sistem transportasi kereta api yang lebih aman dan tertib.

Ke depan, KAI Divre IV Tanjungkarang berkomitmen memperkuat pengamanan jalur, meningkatkan infrastruktur keselamatan, serta memperluas edukasi kepada masyarakat.

"Melalui langkah tersebut, kita berharap dapat membangun kesadaran kolektif bahwa keselamatan di perlintasan kereta api bukan hanya tanggung jawab operator, tetapi juga seluruh pengguna jalan, " tutupnya. (*)