Lampung Fokus Pelatihan Vokasi di 33 Desa pada 2026, Sasar Warga Desil 1 dan 2
Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung Agus Nompitu. Foto: Dok.
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Tenaga Kerja terus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat desa melalui program pelatihan vokasi.
Pada tahun 2026, pelatihan vokasi direncanakan digelar di 33 desa dengan dua jenis pelatihan utama, yakni las dasar dan listrik dasar.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung, Agus Nompitu, mengatakan program tersebut menyasar masyarakat dengan kategori desil 1 dan desil 2 agar pelatihan benar-benar tepat sasaran.
"Tahun ini kita ada di 33 desa, dengan hanya dua pelatihan yaitu las dasar dan listrik dasar. Penerimanya lebih kurang hampir sekitar 500 orang," ujar Agus saat dimintai keterangan, Jumat (17/4/2026).
Ia menjelaskan, peserta pelatihan direkrut berdasarkan data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), khususnya masyarakat yang masuk kategori ekonomi terbawah.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan program pelatihan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
"Pesertanya kami berdasarkan rekrutmen desil 1 dan desil 2, datanya dari PMD, agar benar-benar tepat sasaran," jelasnya.
Agus menambahkan, pelatihan akan dilaksanakan secara bertahap di 33 desa tersebut dengan durasi pelatihan rata-rata antara 12 hingga 15 hari.
Setiap peserta juga akan mengikuti uji kompetensi setelah pelatihan selesai.
"Latihannya itu karena ada di 33 desa, nanti kita buatkan timeline-nya. Rata-rata pelatihan berkisar 12 sampai 15 hari dan sudah termasuk uji kompetensi," katanya.
Sementara itu, Agus juga menyampaikan bahwa program pelatihan vokasi sebelumnya telah dilaksanakan di 58 desa dengan jumlah peserta mencapai 928 orang.
"Program tersebut diharapkan tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga menghasilkan dampak ekonomi berkelanjutan di desa," katanya.
Menurutnya, pasca pelatihan, peserta akan diintegrasikan dengan program pemberdayaan ekonomi desa, seperti pengembangan pupuk hayati cair maupun pupuk organik cair dengan dukungan teknologi bed dryer.
Hal ini diharapkan menciptakan multiplier effect bagi pembangunan ekonomi desa sekaligus meningkatkan produktivitas masyarakat.
"Maka pasca pelatihan ini mereka harus ada outcome-nya, untuk diintegrasikan dengan program pupuk hayati cair atau pupuk organik cair dengan bed dryer, sehingga ada multiplier effect dalam membangun pemberdayaan ekonomi desa," ujar Agus.
Ia menegaskan, para peserta pelatihan diharapkan dapat menjadi agen perubahan di desa masing-masing serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.
"Diharapkan mereka ini nantinya menjadi agen perubahan di desa," pungkasnya. (*)
Berita Lainnya
-
DPRD Bandar Lampung Sampaikan 265 Usulan Program 2027, Infrastruktur Mendominasi
Jumat, 17 April 2026 -
Wagub Jihan: Bonus Demografi dan Hilirisasi Jadi Kunci Pembangunan Berkelanjutan Lampung
Jumat, 17 April 2026 -
Pemkot Bandar Lampung Gelar 'Jumat Bersih' Massal Antisipasi Hujan Ekstrem
Jumat, 17 April 2026 -
20 Finalis Calon Duta Kampus UIN RIL 2026 Resmi Ditetapkan
Jumat, 17 April 2026








