• Selasa, 21 April 2026

Peringati Hari Kartini, Unila Dorong Perempuan Jadi Motor Perubahan di Era Digital

Selasa, 21 April 2026 - 15.08 WIB
11

Unila memperingati Hari Kartini dengan mengusung tema “Kartini Digital Berkarya Tanpa Batas” pada Selasa, 21 April 2026, di Gedung Student Center Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unila. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Universitas Lampung (Unila) memperingati Hari Kartini dengan mengusung tema “Kartini Digital Berkarya Tanpa Batas” pada Selasa, 21 April 2026, di Gedung Student Center Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unila.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., I.P.M., ASEAN Eng., Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unila Yuniarti Suripto, para dekan, ketua unsur pelaksana DWP tingkat fakultas, Kepala Biro BKKU, serta anggota DWP di lingkungan Unila.

Acara diawali dengan pembacaan riwayat singkat R.A. Kartini sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi sekaligus pejuang kesetaraan gender di Indonesia.

Ketua pelaksana kegiatan, Andriyani Nairobi, dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum penting untuk merefleksikan peran strategis perempuan dalam dunia pendidikan dan pembangunan bangsa.

Menurutnya, perkembangan teknologi di era digital telah membuka ruang yang semakin luas bagi perempuan untuk menunjukkan potensi, kreativitas, serta kontribusi di berbagai bidang.

“Kegiatan ini menjadi pengingat atas perjuangan Kartini dalam memperjuangkan kesetaraan pendidikan perempuan. Saat ini, perempuan memiliki peluang besar untuk berinovasi dan berkontribusi. Di era digital, kreativitas dan kemampuan beradaptasi memungkinkan perempuan berkarya tanpa batas,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kiprah perempuan di Unila telah menunjukkan kemajuan signifikan, salah satunya dengan hadirnya pemimpin perempuan di tingkat universitas.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, panitia menggelar lomba merangkai bunga yang diikuti oleh bapak-bapak, serta lomba tata rias (make up) bagi ibu-ibu Dharma Wanita.

Sementara itu, Rektor Unila Prof. Lusmeilia Afriani menekankan pentingnya peran perempuan dalam memanfaatkan teknologi secara bijak. Ia mengajak perempuan untuk aktif, kreatif, serta memiliki literasi digital yang baik, tanpa mengesampingkan nilai etika dan peran dalam keluarga.

“Jangan hanya menjadi penonton perubahan, tetapi jadilah aktor utama dalam perubahan itu,” tegasnya.

Melalui peringatan ini, Unila berharap perempuan, khususnya di lingkungan kampus, terus mengembangkan kreativitas melalui platform digital. Baik dalam sektor ekonomi kreatif, pendidikan anak di era digital, maupun dalam mendukung kemajuan institusi, perempuan diharapkan mampu menjadi pribadi yang adaptif, inspiratif, dan solutif di tengah dinamika zaman. (ADV)