• Senin, 04 Mei 2026

313 Siswa SMAN 1 Kotaagung Dilepas, 90 Siswa Tembus Perguruan Tinggi

Senin, 04 Mei 2026 - 13.47 WIB
13

Kepala SMAN 1 Kotaagung, Ratna Uli. Foto: Sayuti/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tanggamus – Suasana haru menyelimuti prosesi pelepasan 313 siswa kelas XII SMAN 1 Kotaagung, Kabupaten Tanggamus, yang tergabung dalam Angkatan ke-46. Acara yang digelar Senin (4/5/2026) itu menjadi penanda berakhirnya masa sekolah sekaligus awal perjalanan baru bagi para lulusan.

Kepala SMAN 1 Kotaagung, Ratna Uli, menegaskan bahwa momen kelulusan bukanlah akhir, melainkan titik awal untuk melangkah lebih jauh dalam meraih cita-cita.

“Sekolah tidak melepas kalian, tetapi melepas tali agar kalian bisa terbang lebih tinggi,” ujarnya di hadapan siswa, guru, dan orang tua.

Angkatan ke-46 tahun ini mengusung nama “Aerithia” yang sarat makna filosofis. Nama tersebut merupakan perpaduan dari “Aether” yang berarti langit tertinggi dan “Eleutheria” yang melambangkan kebebasan, sebagai simbol generasi yang siap menggapai mimpi tanpa batas.

Tak hanya penuh makna, pelepasan ini juga diwarnai capaian akademik membanggakan. Dari total 313 siswa, sebanyak 90 orang telah diterima di berbagai perguruan tinggi melalui jalur seleksi nasional.

Rinciannya, satu siswa diterima di Institut Teknologi Bandung, 18 siswa di Universitas Lampung, dua siswa di Institut Teknologi Sumatera, 54 siswa di UIN Raden Intan Lampung, satu siswa di UIN Salatiga, serta 14 siswa di Poltekkes Tanjung Karang.

Sementara itu, puluhan siswa lainnya masih melanjutkan perjuangan melalui jalur UTBK, seleksi TNI/Polri, maupun sekolah kedinasan.

Ratna Uli menekankan bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari karakter yang telah dibentuk selama tiga tahun menempuh pendidikan.

“Kejujuran, ketangguhan, dan kepedulian adalah bekal utama yang harus kalian bawa ke mana pun melangkah,” pesannya.

Ketua Komite SMAN 1 Kotaagung, Sayuti, turut mengingatkan para lulusan akan tantangan dunia yang semakin dinamis, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

“Kita hidup di era yang berubah cepat. Kecerdasan buatan sudah menjadi bagian dari kehidupan. Kalian harus mampu beradaptasi dan tetap kuat secara mental,” ujarnya.

Ia berharap para lulusan mampu menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter serta mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Acara pelepasan berlangsung penuh kehangatan dan emosional, diwarnai rasa bangga dari para orang tua dan guru. Momen ini menjadi titik awal perjalanan panjang para lulusan dalam menapaki masa depan yang penuh tantangan sekaligus harapan. (*)