• Senin, 18 Mei 2026

Pencuri Kopi Merajalela di Lampung Barat, Petani Resah

Senin, 18 Mei 2026 - 20.40 WIB
450

Pencuri Kopi Merajalela di Lampung Barat, Petani Resah. Foto: Ist.

‎Kupastuntas.co, Lampung Barat - Memasuki musim panen raya kopi, para petani di Kabupaten Lampung Barat mulai dihantui maraknya aksi pencurian hasil kebun.

Aksi kriminal tersebut dilaporkan terjadi di Pekon Kota Besi, Kecamatan Batu Brak, tepatnya di kawasan perkebunan Kubang dan Sekol Balak.

‎Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah petani mengaku kehilangan kopi hasil panen yang sengaja ditinggalkan sementara di area kebun.

Tidak hanya kopi yang sudah dipanen dan dimasukkan ke dalam karung, para pelaku juga disebut nekat mencuri kopi yang masih berada di batang pohon.

‎Salah seorang warga Pekon Kota Besi mengatakan, aksi pencurian diduga dilakukan pada malam hari saat kondisi kebun sepi dan minim pengawasan.

Para pelaku memanfaatkan lokasi perkebunan yang berjauhan dari permukiman warga untuk menjalankan aksinya.

‎“Jadi kemarin ada yang kopi nya sudah dimasukkan dalam karung dan sengaja ditinggal karena sudah sore. Rencananya mau diangkut besok pagi, ternyata sudah hilang satu karung,” ujar warga setempat, Senin (18/5/2026).

‎Menurutnya, aksi pencurian tersebut tidak hanya merugikan petani dari sisi hasil panen, tetapi juga menyebabkan kerusakan pada tanaman kopi milik warga.

Para pelaku disebut memetik paksa kopi yang masih berada di batang tanpa memperhatikan kondisi pohon.

‎“Selain itu mereka juga maling kopi yang masih di batang, dipetik sendiri sama mereka. Ranting-ranting kopi bahkan dipatahin juga. Biasanya malam hari mereka beraksi,” katanya.

‎Warga menyebut, kasus pencurian kopi seperti ini mulai marak terjadi setiap kali memasuki musim panen raya.

Tingginya harga kopi diduga menjadi salah satu faktor yang memicu aksi pencurian di wilayah perkebunan.

‎Kondisi tersebut membuat para petani semakin waspada. Sejumlah petani kini memilih membawa pulang hasil panen meski hari sudah mulai gelap, guna menghindari risiko kehilangan kopi di kebun. Sebagian lainnya bahkan mulai melakukan penjagaan secara bergantian pada malam hari.

‎Selain kehilangan hasil panen, petani juga mengeluhkan kerusakan tanaman akibat aksi para pencuri.

Ranting kopi yang dipatahkan dinilai dapat mempengaruhi produktivitas tanaman pada musim berikutnya sehingga kerugian yang dialami tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga dalam jangka panjang.

‎Warga berharap aparat kepolisian dapat meningkatkan patroli di wilayah perkebunan selama musim panen berlangsung.

Pengawasan dinilai perlu diperketat mengingat sebagian besar kebun kopi berada jauh dari permukiman dan sulit dipantau pada malam hari.

‎Masyarakat juga meminta adanya langkah antisipasi bersama antara petani dan pemerintah pekon untuk mencegah aksi serupa kembali terjadi.

Salah satu upaya yang diusulkan yakni pembentukan ronda malam khusus di kawasan perkebunan saat musim panen raya berlangsung.

‎Di sisi lain, Doni warga lain mengimbau para petani agar tidak meninggalkan hasil panen terlalu lama di kebun, terutama pada malam hari.

Petani juga diminta saling berkoordinasi dan segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan di area perkebunan.

‎"Karena memang saat ini masih musim panen, jadi kita sama-sama menjaga agar keamanan di wilayah kita tetap kondusif, kalau ada hal yang mencurigakan kita bisa segera melapor ke aparat berwajib," kata dia.

‎Lampung Barat sendiri dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi robusta terbesar di Provinsi Lampung.

Menjelang panen raya, aktivitas petani di kebun meningkat signifikan sehingga keamanan hasil panen menjadi perhatian utama masyarakat setempat.

‎Maraknya aksi pencurian tersebut dikhawatirkan dapat merugikan petani kecil yang menggantungkan penghasilan utama dari hasil kopi.

Terlebih, musim panen menjadi momen penting bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. (*)