• Selasa, 09 Juni 2026

Pesta Pernikahan di Lampung Selatan Diserbu Tawon Vespa, Tamu Undangan Kocar-kacir

Selasa, 09 Juni 2026 - 09.38 WIB
38

Koloni tawon vespa yang bersarang di dekat lokasi resepsi mendadak keluar dan menyerbu tenda tempat pengantin bersanding serta para tamu undangan hadir sehingga pada kocar-kacir. Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Lampung Selatan - Kemeriahan pesta pernikahan di Dusun Batu Balai, Desa Merak Belantung, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, berubah menjadi kepanikan. Koloni tawon vespa yang bersarang di dekat lokasi resepsi mendadak keluar dan menyerbu tenda tempat pengantin bersanding serta para tamu undangan hadir sehingga pada lari kocar-kacir.

Peristiwa tersebut terjadi saat hajatan warga berlangsung pada Minggu (7/6/2026). Keberadaan sarang tawon berukuran besar di dinding lantai dua sebuah rumah warga menjadi perhatian setelah koloni serangga itu diduga terusik oleh suara musik orgen tunggal yang menggelegar.

Khawatir membahayakan jalannya acara, warga kemudian meminta bantuan petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Lampung Selatan untuk melakukan evakuasi.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lampung Selatan, Rully Fikriansyah, mengatakan laporan diterima dari masyarakat yang merasa keberadaan sarang tawon tersebut dapat mengancam keselamatan banyak orang.

"Kami menerima laporan adanya sarang tawon vespa yang berada di rumah warga dan lokasinya berdekatan dengan tempat hajatan. Karena dikhawatirkan membahayakan pengantin, kru organ tunggal serta para tamu undangan, tim langsung kami kerahkan ke lokasi," kata Rully, Senin (8/6/2026).

Berdasarkan informasi yang diterima petugas, pesta pernikahan saat itu menghadirkan hiburan orgen tunggal dengan volume suara cukup keras. Getaran dan dentuman bass diduga memicu koloni tawon menjadi aktif hingga sejumlah tawon terlihat keluar dari sarangnya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Regu 2 Damkarmat Lampung Selatan berangkat menuju lokasi pada pukul 09.20 WIB dan tiba sekitar 15 menit kemudian.

Dengan mengenakan alat pelindung diri lengkap, petugas melakukan proses evakuasi secara hati-hati untuk menghindari risiko sengatan. Setelah melakukan penanganan selama lebih dari satu jam, sarang tawon akhirnya berhasil diamankan pada pukul 10.40 WIB.

"Alhamdulillah proses evakuasi berjalan lancar dan tidak ada korban sengatan tawon. Kegiatan hajatan pun dapat berlangsung dengan aman," ujarnya.

Rully menjelaskan, sarang tawon vespa yang berada di area permukiman atau lokasi dengan aktivitas masyarakat yang tinggi memang perlu mendapat perhatian khusus. Sebab, jika merasa terganggu, tawon jenis tersebut dapat bersikap agresif dan menyerang secara berkelompok.

Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak melakukan penanganan sendiri terhadap sarang tawon, terutama yang berukuran besar.

"Jika menemukan sarang tawon yang berpotensi membahayakan atau kondisi darurat lainnya, segera laporkan kepada petugas Damkar agar dapat ditangani dengan aman dan profesional," tandasnya. (*)

Editor : Erik Handoko