Pesta Pernikahan di Lampung Selatan Diserbu Tawon Vespa, Tamu Undangan Kocar-kacir
Koloni tawon vespa yang bersarang di dekat lokasi resepsi mendadak keluar dan menyerbu tenda tempat pengantin bersanding serta para tamu undangan hadir sehingga pada kocar-kacir. Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Lampung Selatan - Kemeriahan pesta pernikahan di Dusun Batu Balai, Desa Merak Belantung, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, berubah menjadi kepanikan. Koloni tawon vespa yang bersarang di dekat lokasi resepsi mendadak keluar dan menyerbu tenda tempat pengantin bersanding serta para tamu undangan hadir sehingga pada lari kocar-kacir.
Peristiwa tersebut terjadi saat hajatan warga
berlangsung pada Minggu (7/6/2026). Keberadaan sarang tawon berukuran besar di
dinding lantai dua sebuah rumah warga menjadi perhatian setelah koloni serangga
itu diduga terusik oleh suara musik orgen tunggal yang menggelegar.
Khawatir membahayakan jalannya acara, warga kemudian
meminta bantuan petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat)
Kabupaten Lampung Selatan untuk melakukan evakuasi.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan
Kabupaten Lampung Selatan, Rully Fikriansyah, mengatakan laporan diterima dari
masyarakat yang merasa keberadaan sarang tawon tersebut dapat mengancam
keselamatan banyak orang.
"Kami menerima laporan adanya sarang tawon
vespa yang berada di rumah warga dan lokasinya berdekatan dengan tempat
hajatan. Karena dikhawatirkan membahayakan pengantin, kru organ tunggal serta
para tamu undangan, tim langsung kami kerahkan ke lokasi," kata Rully,
Senin (8/6/2026).
Berdasarkan informasi yang diterima petugas, pesta
pernikahan saat itu menghadirkan hiburan orgen tunggal dengan volume suara
cukup keras. Getaran dan dentuman bass diduga memicu koloni tawon menjadi aktif
hingga sejumlah tawon terlihat keluar dari sarangnya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Regu 2
Damkarmat Lampung Selatan berangkat menuju lokasi pada pukul 09.20 WIB dan tiba
sekitar 15 menit kemudian.
Dengan mengenakan alat pelindung diri lengkap,
petugas melakukan proses evakuasi secara hati-hati untuk menghindari risiko
sengatan. Setelah melakukan penanganan selama lebih dari satu jam, sarang tawon
akhirnya berhasil diamankan pada pukul 10.40 WIB.
"Alhamdulillah proses evakuasi berjalan lancar
dan tidak ada korban sengatan tawon. Kegiatan hajatan pun dapat berlangsung
dengan aman," ujarnya.
Rully menjelaskan, sarang tawon vespa yang berada di
area permukiman atau lokasi dengan aktivitas masyarakat yang tinggi memang
perlu mendapat perhatian khusus. Sebab, jika merasa terganggu, tawon jenis
tersebut dapat bersikap agresif dan menyerang secara berkelompok.
Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak
melakukan penanganan sendiri terhadap sarang tawon, terutama yang berukuran
besar.
"Jika menemukan sarang tawon yang berpotensi
membahayakan atau kondisi darurat lainnya, segera laporkan kepada petugas Damkar agar dapat ditangani dengan aman dan profesional," tandasnya. (*)
Berita Lainnya
-
Jatuh dari Kapal di Selat Sunda, Warga Lampung Utara Bertahan Semalaman di Laut dan Selamat di Pulau Penjurit
Jumat, 05 Juni 2026 -
Inspektorat Lamsel Ungkap Pegawai Dinkes Terima Rp 3 Juta Tiap Bendahara Puskesmas
Kamis, 04 Juni 2026 -
Gara-gara Utang 210 Juta, Ibu di Natar Laporkan Anak Kandung ke Polisi
Kamis, 04 Juni 2026 -
Dua Pemuda Bobol Warung di Desa Rangai Tri Tunggal Lampung Selatan, Gasak Uang 4 Juta dan Puluhan Rokok
Kamis, 04 Juni 2026








