Viral! Warga Metro Protes Jalan Pattimura Masih Bagus Dicor Lagi
Warga mempertanyakan pengecoran Jalan Pattimura di Kecamatan Metro Utara yang dinilai masih dalam kondisi baik dan meminta pemerintah memprioritaskan perbaikan jalan yang rusak. Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Metro – Sebuah video yang
memperlihatkan protes warga terhadap proyek peningkatan Jalan Pattimura di
Kecamatan Metro Utara viral di media sosial. Warga mempertanyakan pengecoran
pada ruas jalan yang dinilai masih dalam kondisi baik dan meminta pemerintah
memprioritaskan perbaikan jalan yang rusak.
Dalam video berdurasi 1 menit 42 detik
tersebut, seorang tokoh masyarakat Metro Utara, Ahmad Suberman, terlihat
menyampaikan keberatan terhadap pekerjaan pengecoran yang sedang berlangsung.
Menurutnya, pembangunan seharusnya difokuskan pada titik-titik jalan yang
mengalami kerusakan agar anggaran pemerintah dimanfaatkan secara lebih efektif.
"Saya atas nama masyarakat yang dilewati
pembangunan ini menolak pembangunan titik jalan yang sudah dibeton mau dibeton
lagi," ujar Ahmad dalam video yang beredar, Jumat (26/6/2026).
Ia menilai pekerjaan tersebut berpotensi
menghamburkan anggaran karena dilakukan pada ruas jalan beton yang masih layak
dilalui.
"Ini merugikan uang negara berapa
miliar. Saya masyarakat menolak pembangunan yang mubazir. Jalan yang sudah
bagus kok mau dibeton lagi, kenapa tidak dibagusin yang rusak, kan masih
banyak," katanya.
Menurut Ahmad, ruas jalan yang dipersoalkan
memiliki panjang sekitar 110 meter dan hingga kini belum menunjukkan kerusakan
yang memerlukan pembangunan ulang secara menyeluruh.
Ia berharap Pemerintah Provinsi Lampung
mengevaluasi pelaksanaan proyek tersebut sehingga anggaran dapat dialihkan
untuk memperbaiki ruas jalan yang berlubang atau rusak berat.
"Kami berharap Pemerintah Provinsi Lampung
melakukan evaluasi terhadap perbaikan Jalan Pattimura ini. Tolong perbaiki
jalan yang rusak, sedangkan yang sudah dicor dan kondisinya masih bagus ini
biarkan supaya tidak mubazir uangnya," ujarnya.
Ahmad menegaskan masyarakat bukan menolak
pembangunan infrastruktur. Menurutnya, warga justru mendukung peningkatan
kualitas jalan selama pelaksanaannya didasarkan pada kebutuhan di lapangan.
Ia juga mengusulkan agar titik-titik jalan
yang masih layak dipertahankan sehingga anggaran dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki
ruas lain yang lebih membutuhkan penanganan.
"Jadi titik-titik yang sudah dicor kami
harap tidak perlu dicor lagi. Masyarakat mengharapkan yang diperbaiki, dicor,
dan diaspal halus adalah jalan-jalan yang masih rusak dan berlubang,"
tandasnya.
Video tersebut kemudian memicu beragam
tanggapan dari warganet. Sebagian mendukung aspirasi warga dengan alasan
pembangunan infrastruktur seharusnya mengedepankan skala prioritas dan
efisiensi penggunaan anggaran.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada
keterangan resmi dari Pemerintah Provinsi Lampung, Pemerintah Kota Metro,
maupun kontraktor pelaksana terkait alasan teknis pengecoran pada ruas jalan
yang dipersoalkan warga.
Media masih berupaya mengonfirmasi pihak-pihak
terkait untuk memperoleh penjelasan mengenai dasar teknis pelaksanaan proyek
tersebut, termasuk apakah pekerjaan dilakukan sebagai bagian dari peningkatan
struktur jalan, penyesuaian elevasi, atau pertimbangan teknis lainnya, sehingga
informasi yang disampaikan kepada publik tetap utuh dan berimbang. (*)
Berita Lainnya
-
50 Tim Ramaikan Turnamen Tenis Lapangan Kapolres Cup 2026 di Metro
Jumat, 26 Juni 2026 -
Krisis Fiskal di Metro, DPRD Dorong Efisiensi Belanja Pegawai dan Operasional
Rabu, 24 Juni 2026 -
Polisi Ringkus Pemuda Pencuri HP 15 Juta di Metro
Kamis, 18 Juni 2026 -
DPRD Metro Rekomendasikan Yudi Oktaviansyah Jadi Sekwan, Pelantikan Dikabarkan Digabung Eselon III
Kamis, 18 Juni 2026








