• Sabtu, 27 Juni 2026

60 Ribu Calon Maba PTN Tak Daftar Ulang, Ini Sejumlah Penyebabnya

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11.38 WIB
23

Ilustrasi calon mahasiswa baru. Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Jakarta - Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Eduart Wolok kembali meluruskan bila 60 ribuan calon mahasiswa baru (Maba) yang dinyatakan lulus tapi tidak lakukan proses daftar ulang di perguruan tinggi negeri (PTN) tak berasal dari satu jalur.

Jumlah ini disebutnya sebagai total kuota yang tidak terisi dari seluruh jalur penerimaan PTN. Baik itu, jalur penerimaan nasional yakni SNBP dan SNBT, maupun mandiri yang digelar PTN.

"Jadi perlu diluruskan pertama, 60 ribu siswa yang tidak daftar ulang itu bukan dari satu jalur. Tapi, itu sebenarnya total, total kuota yang tidak terisi dari seluruh jalur di SNPMB 2025," ungkapnya usai acara Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2026) ditulis Sabtu (27/6/2026), dikutip dari Detikcom.

Eduart membeberkan ada berbagai alasan mengapa hal ini bisa terjadi, di antaranya kendala biaya oleh calon mahasiswa baru (camaba) dan keinginan mereka untuk masuk ke program studi (prodi) impian. Untuk itu, meski lulus di jalur penerimaan sebelumnya, siswa memilih tak daftar ulang.

"Dan itu disebabkan oleh banyak hal. Bukan hanya soal biaya, tetapi juga oleh yang lulus tidak pada pilihannya, lantas dia tetap berusaha pada pilihan satu misalnya, lewat jalur berikutnya itu yang menyebabkan terjadinya posisi itu," ujar Eduart lagi.

Selain itu, pembiayaan atau besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang tidak sesuai juga menjadi penyebab camaba memilih tidak melakukan daftar ulang. Terkait hal ini, Eduart berpandangan bila UKT di kampus ditetapkan secara objektif berdasarkan kondisi dan kemampuan calon mahasiswa.

"Karena penentuan UKT itu berdasarkan profiling daripada data mahasiswa itu sendiri gitu kan. Dan apabila tidak mungkin dengan profiling yang mendapatkan kategori 1, 2, 3, atau 4 akan dikasih (UKT) kategori 7, 8, 9, gak mungkin," jelasnya.

Jika setelah UKT ditetapkan camaba masih keberatan, Eduart menegaskan kampus pasti akan membuka ruang. Ia menyebut permintaan keringanan biaya pasti akan dipertimbangkan

"Tapi kalau pun memang penetapannya biasanya misalnya ada keberatan, kita masih membuka ruang untuk mahasiswa misalnya meminta keringanan dan sebagainya. Iya, kasih kesempatan," tegas Eduart yang juga Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG) ini.

Sebelumnya, belakangan beredar narasi bahwa terdapat 60 ribu calon mahasiswa jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) yang tidak mendaftar ulang. Anggota Komisi X DPR RI, Sofyan Tan, meminta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk melakukan penelusuran menyeluruh terkait hal ini.

"Apakah 60 ribu itu memilih jurusan yang salah atau memang diloloskan pada jurusan yang tidak dia berkenan? Yang kedua apakah dia diterima di perguruan tinggi negeri yang lain yang menurut yang bersangkutan lebih sesuai?" ujar Sofyan Tan, dikutip dari TVR Parlemen pada Rabu (24/6/2026).

"Yang paling dikhawatirkan adalah yang ketiga bahwa yang lolos ini karena tidak bisa dibiayai lewat KIP Kuliah, maka mereka itu tidak melanjut. Nah, karena itu yang terakhir ini harus didalami dan disurvei untuk mencari apakah betul yang seperti ini yang dugaan banyak orang," imbuhnya. (*)

Editor : Erik Handoko