60 Ribu Calon Maba PTN Tak Daftar Ulang, Ini Sejumlah Penyebabnya
Ilustrasi calon mahasiswa baru. Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Jakarta
- Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB),
Eduart Wolok kembali meluruskan bila 60 ribuan calon mahasiswa baru (Maba) yang
dinyatakan lulus tapi tidak lakukan proses daftar ulang di perguruan tinggi
negeri (PTN) tak berasal dari satu jalur.
Jumlah ini disebutnya
sebagai total kuota yang tidak terisi dari seluruh jalur penerimaan PTN. Baik
itu, jalur penerimaan nasional yakni SNBP dan SNBT, maupun mandiri yang digelar
PTN.
"Jadi perlu diluruskan pertama, 60 ribu siswa
yang tidak daftar ulang itu bukan dari satu jalur. Tapi, itu sebenarnya total,
total kuota yang tidak terisi dari seluruh jalur di SNPMB 2025,"
ungkapnya usai acara Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan
Industri Indonesia (KSTI) di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta,
Jumat (26/6/2026) ditulis Sabtu (27/6/2026), dikutip dari Detikcom.
Eduart membeberkan ada
berbagai alasan mengapa hal ini bisa terjadi, di antaranya kendala biaya oleh
calon mahasiswa baru (camaba) dan keinginan mereka untuk masuk ke program studi
(prodi) impian. Untuk itu, meski lulus di jalur penerimaan sebelumnya, siswa
memilih tak daftar ulang.
"Dan itu disebabkan oleh banyak hal. Bukan
hanya soal biaya, tetapi juga oleh yang lulus tidak pada pilihannya, lantas dia
tetap berusaha pada pilihan satu misalnya, lewat jalur berikutnya itu yang
menyebabkan terjadinya posisi itu," ujar Eduart lagi.
Selain itu, pembiayaan
atau besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang tidak sesuai juga menjadi penyebab
camaba memilih tidak melakukan daftar ulang. Terkait hal ini, Eduart
berpandangan bila UKT di kampus ditetapkan secara objektif berdasarkan kondisi
dan kemampuan calon mahasiswa.
"Karena penentuan UKT itu berdasarkan
profiling daripada data mahasiswa itu sendiri gitu kan. Dan apabila tidak
mungkin dengan profiling yang mendapatkan kategori 1, 2, 3, atau 4 akan dikasih
(UKT) kategori 7, 8, 9, gak mungkin," jelasnya.
Jika setelah UKT
ditetapkan camaba masih keberatan, Eduart menegaskan kampus pasti akan membuka
ruang. Ia menyebut permintaan keringanan biaya pasti akan dipertimbangkan
"Tapi kalau pun memang penetapannya biasanya
misalnya ada keberatan, kita masih membuka ruang untuk mahasiswa misalnya
meminta keringanan dan sebagainya. Iya, kasih kesempatan," tegas Eduart
yang juga Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG) ini.
Sebelumnya, belakangan
beredar narasi bahwa terdapat 60 ribu calon mahasiswa jalur Seleksi Nasional
Berdasarkan Prestasi (SNBP) yang tidak mendaftar ulang. Anggota Komisi X DPR
RI, Sofyan Tan, meminta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
(Kemdiktisaintek) untuk melakukan penelusuran menyeluruh terkait hal ini.
"Apakah 60 ribu itu memilih jurusan yang salah atau memang
diloloskan pada jurusan yang tidak dia berkenan? Yang kedua apakah dia diterima
di perguruan tinggi negeri yang lain yang menurut yang bersangkutan lebih
sesuai?" ujar Sofyan Tan, dikutip dari TVR Parlemen pada Rabu (24/6/2026).
"Yang paling dikhawatirkan adalah yang ketiga
bahwa yang lolos ini karena tidak bisa dibiayai lewat KIP Kuliah, maka mereka
itu tidak melanjut. Nah, karena itu yang terakhir ini harus didalami dan
disurvei untuk mencari apakah betul yang seperti ini yang dugaan banyak
orang," imbuhnya. (*)
Berita Lainnya
-
UIN RIL dan Universiti Sultan Azlan Shah Malaysia Sepakati Kerja Sama Akademik
Jumat, 26 Juni 2026 -
28.390 SPPG Sudah Beroperasi, Baru 7.500 Kantongi Sertifikat Halal
Jumat, 26 Juni 2026 -
Bahlil Siapkan Pengganti LPG 3 Kg, Produksi CNG Ditargetkan Mulai Juli
Kamis, 25 Juni 2026 -
Polda Jabar Buka Call Center Jika Ada Korban Lain Taufik Hidayat
Kamis, 25 Juni 2026








