Ayah Taufik Hidayat Ikhlas Jika Anaknya Dihukum Mati
Ayah Taufik Hidayat, Tata. Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Bandung - Ayah Taufik Hidayat, Tata, menyatakan siap menerima apapun keputusan hukum yang dijatuhkan ke sang putra.
Di hadapan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, Tata mengaku rela jika anaknya dijatuhi hukuman paling berat. Termasuk hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati atas kasus penyiksaaan terhadap YTR.
Hal itu terungkap dalam video yang diposting di Instagram Dedi Mulyadi, pada Sabtu (27/6/2026).
Tata juga mengaku dirinya pernah menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh anaknya sendiri jauh sebelum kasus penyekapan dan penyiksaan terhadap YTR.
Dalam kesempatan itu, Tata menceritakan pengalaman pahit ketika mendapat serangan fisik dari Taufik hanya karena persoalan sepele di lingkungan keluarga.
Menurut Tata, peristiwa tersebut terjadi saat dirinya sedang bekerja di sawah. Ketika itu, Taufik yang berada di rumah merasa kesal karena tidak menemukan lauk untuk makan.
"Saya pernah mengalami langsung perlakuan kasar dari dia. Waktu itu saya sedang bekerja di sawah, lalu dia datang dan melampiaskan kemarahannya kepada saya," ujar Tata.
Tidak hanya melayangkan amarah, Taufik disebut menggunakan sepotong kayu untuk memukul ayahnya hingga mengenai bagian belakang kepala.
"Yang digunakan bukan tangan kosong. Saya terkena pukulan benda kayu di bagian kepala belakang," tuturnya.
Tata mengaku beruntung karena saat kejadian terdapat dua rekan sesama petani yang segera turun tangan mencegah situasi semakin buruk. "Kalau tidak ada teman-teman yang melerai saat itu, mungkin kejadiannya bisa lebih parah. Mereka langsung menghalangi ketika dia hendak menyerang lagi," katanya.
Usai insiden tersebut, Taufik disebut meninggalkan rumah dan tidak pulang selama sekitar satu pekan. Dalam perbincangan yang sama, Tata juga mengakui bahwa Taufik selama ini memang menjadi salah satu anak yang paling mendapat perhatian darinya.
Ia bercerita bahwa kondisi keluarganya penuh dengan berbagai persoalan. Anak pertamanya yang perempuan telah meninggal dunia, sementara anak laki-laki lainnya memiliki masalah berbeda dalam kehidupannya. "Taufik memang sering dianggap paling menonjol dibanding saudara-saudaranya. Mungkin karena itu saya lebih banyak memberikan perhatian kepadanya," ungkap Tata.
Pernyataan tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai pola pengasuhan yang selama ini dijalani keluarga, termasuk kemungkinan adanya sikap terlalu membela Taufik sejak kecil ketika terlibat masalah dengan orang lain.
Nama Taufik Hidayat belakangan menjadi sorotan setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang perempuan berinisial YTR yang merupakan kekasihnya. (*)
Berita Lainnya
-
Menkeu Purbaya Setuju Anggaran MBG Dipotong Lebih Banyak
Sabtu, 27 Juni 2026 -
Wagub Jihan Temui Waka BP BUMN Bahas Percepatan Program Pembangunan Strategis di Lampung
Sabtu, 27 Juni 2026 -
Dokter Ungkap Kondisi Terakhir Korban Penyekapan dan Penyiksaan Taufik Hidayat
Sabtu, 27 Juni 2026 -
Korban Latsarmil SPPI Bertambah, Total 5 Calon Pengelola Kopdes Merah Putih Meninggal
Sabtu, 27 Juni 2026








