Bentuk Satgas Pangan, Kapolri Ancam Ganti Ditreskrimsus Jika…

51
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Pelaku Bom Bandung Jaringan Jamaah Ansharut Daulah Dan Tidak Terkait Kedatangan Raja Arab Saudi Ke Indonesia 1
Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Kupastuntas.co, Jakarta – Kapolri Jenderal Tito Karnavian membentu Satuan Tugas Pangan. Tugas utama tim ini adalah memberantas mafia pada rantai distribusi pangan selama bulan puasa Ramadhan.

Polri, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Komisi Pengawas Persaingan Usaha, dan Badan Urusan Logistik, sudah koordinasi untuk memastikan stok pangan aman selama Ramadhan. Dengan demikian, harga pangan diharapkan terus stabil.

Namun, Kapolri memprediksi permasalahan akan tetap ada di rantai distribusi. Ini menjadi perhatian pemerintah.

“Adanya spekulan, pemain, monopoli, ini yang terjadi di lapangan,” kata Kapolri di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, kemarin.

Karena itu, Kapolri merasa perlu membetuk Satgas Pangan yang dipimpin Irjen Setyo Wasisto. Satgas Pangan melibatkan pejabat di Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Komisi Pengawas Persaingan Usaha, dan pejabat Badan Urusan Logistik.

“Di tingkat polda dibentuk Satgas Pangan Polda, akan bergabung dengan Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan, Pasar, dan melakukan langkah preventif sampai upaya hukum. Kami akan evaluasi setiap dua minggu,” beber Kapolri.

Ia memerintahkan Satgas Pangan membeberkan ke publik temuan kasus terkait distribusi pangan. Ini penting untuk memberikan efek jera.

Kapolri mengancam mengganti Direktur Reserse Kriminal Khusus bila membiarkan mafia pangan. “Direkturnya akan saya ganti. Cari yang lebih keras. Kami akan terus mengawasi,” tegasnya.

Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha Syarkawi Rauf sepakat perlu tindakan tegas untuk menjaga stabilitas harga pangan selama Ramadhan. “Kami dan Polri akan melakukan tindakan tegas,” ucap Syarkawi. (*/KT)

Tanggapan Anda:

Tanggapan anda: