Sopian Sitepu Yakin Anggota Dewan Didanai Jebak Bambang Soal Dugaan Gratifikasi APBD Tanggamus

521
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Begini Kesaksian Keempat Ketua Fraksi Soal Dugaan Gratifikasi APBD Tanggamus 2016 1
Bambang Kurniawan, Bupati nonaktif Tanggamus. Foto: Oscar/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Kuasa hukum Bupati Tanggamus non aktif Bambang Kurniawan, Sopian Sitepu, mengatakan kliennya dijebak dalam kasus dugaan gratifikasi APBD Kabupaten TA. 2016.

Pernyataan ini disampaikan Sopian Sitepu usai mengikuti sidang, di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Kamis (04/05/2017), dengan agenda mengkonfrontir 37 saksi yang telah dihadirkan dalam sidang-sidang sebelumnya. Puluhan saksi yang hadir, terdiri dari anggota DPRD Tanggamus dan beberapa kepala dinas di lingkungan Pemkab Tanggamus. Sidang yang digelar sejak pukul 09.00 hingga pukul 12.30 WIB dikawal ketat anggota kepolisian.

Menurut Sopian Sitepu, kliennya diuntungkan berdasarkan hasil konfrontir. Sebab, dari konfrontir itu terungkap ada yang sengaja menjebak Bambang. “Keberangkatan anggota dewan ke KPK itu karena ada seseorang yang mendanai. Bahkan ada motif benci, bukan murni penegakan hukum,” kata dia.

Karena itu, Sopian berharap, hasil konfrontir ini menjadi bahan pertimbangan bagi majelis hakim untuk memutus perkara ini dengan seadil-adilnya.

Dalam proses persidangan yang berlangsung selama kurang lebih empat jam, Hakim Ketua Minanoer Rahman sempat marah dan memberi pencerahan kepada seluruh saksi yang hadir. “Kalau seperti kalian ini memimpin masyarakat sangat disayangkan sekali, untuk membahas satu persoalan saja sangat sulit,” kata Minanoer Rahman dalam persidangan.

Pada persidangan itu para saksi saling beragumen dan melempar kesalahan satu sama lain sehinga membuat majelis sempat meneteskan air mata, lantaran menurutnya potensi Lampung yakni Kabupaten Tanggamus, sangatlah bagus. Namun, sangat disayangkan dengan para pemimpin yang ada, tidak sejalan.

“Bagaimana kalian mau memimpin masyarakat, saya geleng-geleng sama kalian semua, kalau kalian saja seperti ini, bagaimana rakyat mau sejahtera,” ujarnya kepada seluruh saksi.

Kata Hakim, jangan hanya karena kekuasaan, masyarakat dikorbankan. Jika bertujuan mengejar kekuasaan, tidak mungkin Kabupaten Tanggamus akan maju. “Tidak mungkin maju Kabupaten Tanggamus kalau seperti ini, saya tidak rela Kabupaten Tanggamus tempat pertarungan kekuasaan. Saya hanya sebentar di Lampung, hanya beberapa bulan setelah itu pindah lagi, tapi saya titip sangat disayangkan jika kabupaten ini Pemimpin-pemimpinya seperti ini,” kata Minanoer Rahman sembari menunjuk-nunjuk para saksi yang dominan menjabat sebagai Anggota DPRD Tanggamus.

Hukum, lanjutnya, tetaplah hukum yang tidak dapat digunakan untuk kepentingan lain. “Taati aturan dan hukum yang ada. Mudah-mudahan masyarakat Tanggamus bisa makmur. Masa mengurus satu persoalan saja tidak bisa,” kata dia lagi.

Sidang berlangsung tertutup. Di ruang persidangan tidak ada pengunjung yang diperbolehkan masuk, meski demikian pintu utama ruang persidangan tetap dibuka namun dijaga oleh petugas bersenjata lengkap. Sidang dilanjutkan besok, Jumat (05/05/2017), dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa Bambang. (Oscar)

Tanggapan Anda:

Tanggapan anda: