Panen Lancar, Harga Garam Mulai Turun di Rembang

71
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Untuk Bebaskan Lahan Memperin Perlu Pendekatan dengan Investor Garam 1
Ilustrasi

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Para petani garam di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah mulai panen garam. Hal itu terjadi setelah cuaca beberapa waktu terakhir ini stabil pada pertengahan bulan Agustus ini.

Seperti dikutip dari detikcom, kini harga garam di pasar berangsur-angsur turun. Harga jual garam dari petani dari yang semula berkisar Rp 4.000/kg, kini turun menjadi Rp 1.500/kg.

“Penurunan harga ini karena yang pertama adanya kabar impor garam, selain itu para petani sebagian besar sudah bisa memanen. Jadi stoknya tercukupi,” ungkap salah satu petani garam sekaligus tengkulak garam, Suparman.

Menurutnya, harga garam di kisaran Rp 1.000 sampai Rp 1.500 masih tergolong harga normal. Ia berharap menurunnya harga garam tidak berlanjut terus saat petani mulai panen. Dia berharap harga stabil dengan harga saat ini dan cuaca di musim kemarau saat tidak terus membaik.

“Harga sekarang ini tergolong normal, tidak kurang tidak lebih. Dengan harga sekian, para petani, tengkulak, sampai para konsumen tidak merasa rugi,” ungkapnya.

Disisi lain, Wakijan salah seorang buruh tani garam asal desa Banggi, Kecamatan Kaliori mengaku menurunnya harga garam berdampak pada berkurangnya upah harian para buruh tani. Ia khawatir harga garam akan semakin merosot dan berimbas pada mata pencahariannya tersebut.

“Kalau sebelumnya bisa sampai Rp 60 ribu sehari untuk menggarap tambak, tapi sekarang karena harganya turun, paling-paling sekitar Rp 45 ribu. Itu sudah habis untuk beli bensin dari rumah ke tambak,” ungkapnya. (DK/*)

Tanggapan Anda:

Tanggapan anda: