Ibu-ibu PKK Se-Lampung Barat ke Bali Pakai Dana Desa, Nurman: Nanti Kita Tagih Hasilnya!

277
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Nukman, MS. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon Kabupaten Lampung Barat. Foto: Iwan/ Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Barat – Besarnya anggaran Bimtek ibu-ibu Peratin Lampung Barat (Lambar) ke Pulau Dewata Bali menjadi pertanyaan berbagai kalangan. Pasalnya, jika ditotal biaya Bimtek tersebut sangat fantastis hingga menembus angka 1,31 miliar, apabila setiap Pekon menganggarkan dana 10 juta rupiah, sedangkan jumlah pekon di Lambar ada 131 Pekon.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon Kabupaten Lampung Barat Nukman MS, saat di konfirmasi Kupastuntas.co di ruang kerjanya, Kamis (10/8/2017) mengaku tidak tahu berapa besaran anggaran Bimtek ibu-ibu peratin tersebut.

“Berapa anggarannya saya tidak tahu, karena itu merupakan keputusan APDESI melalui Peratin. Tapi secara logika ke Bali itu memang mahal, belum lagi disana tinggal di hotel bintang 3, dan disana ada kegiatan Bimtek, nanti akan kita tagih hasilnya, mereka juga kerjasama dengan lembaga yang memang diakui oleh Depdagri. Jadi saya tidak bisa menjelaskan terkait anggaran itu, tapi yang jelas itu dipertanggungjawabkan” jelas Nukman.

Menurut Nukman, alasan Pulau Bali menjadi lokasi Bimtek karena memang ada pandangan yang menurut APDESI Bali adalah tempat terbaik dalam hal kemajuan PKK, dan salah satu peningkatan sumber daya pekon indikatornya adalah PKK.

“Kenapa Bali, karena di kabupaten Badung peningkatan sumber daya di bidang PKK sangat bagus, jadi itu yang menjadi ukuran APDESI memilih Bali”, ujarnya.

Di singgung soal pengelolaan ADD yang harus efektif, efisien dan ekonomis Nukman mengatakan, “efektif nya kita harus satukan kegiatan ini, tidak mungkin kegiatan ini harus dipisah. Kalau terkait ekonomis, kami telah memanggil pendamping pekon, mereka minta tandatangan saya tapi belum saya tandatangan. Saya tanya apa yang sudah mereka perbuat untuk pekon, supaya pemerintah provinsi juga mengindahkan terkait tupoksi pendamping.” ungkap Mantan Kepala Dinas pendidikan Lampung barat itu.

Di lain pihak, Salah satu Peratin yang enggan disebut namanya mengatakan, bahwa memang benar dana yang dianggarkan untuk Bimtek ibu peratin adalah 10 juta.”Itu hasil kesepakatan semua Peratin melalui musyawarah APDESI Kecamatan, yang disepakati pada rapat APDESI Kabupaten. Uang tersebut kami transfer ke rekening perusahaan traveling,” katanya.

Dia juga mengatakan, selain Bimtek ibu-ibu peratin tersebut, masih ada kegiatan Bimtek lain untuk aparat pekon. Salah satunya adalah rencana Bimtek LHP pekon ke Yogyakarta. “Memang ada mas, rencananya ke Yokya nanti” sebutnya. Ia mengaku jika anggaran Bimtek di pekon yang dipimpinnya dari dana ADD tahun 2017 senilai 50 juta rupiah. (Anton/Iwan)

Tanggapan Anda:

Tanggapan anda: