Jelang Idul Adha, Jual Beli Hewan Kurban di Bandar Lampung Masih Lesu

384
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Ilustrasi

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Menjelang Lebaran Idhul Adha, pembelian hewan ternak di Bandar Lampung masih cukup sepi. Salah satu pedagang kambing, Ujang Cahyono (55) mengatakan, sampai saat ini belum ada masyarakat yang memesan hewan kurban di lapaknya. Hanya ada beberapa warga yang membeli untuk akiqahan.

“Kalau yang memesan untuk hewan kurban belum ada. Tapi kalau sekedar tanya-tanya sudah ada untuk perkiraan harga,” katanya saat ditemui Kupastuntas.co di daerah Palapa, Kamis (10/8/2017).

Ia menyebut, biasanya calon pembeli mulai ramai saat memasuki H-7 Idul Adha. Untuk harga, Ujang menjual kambingnya dengan harga bervariasi antara Rp1,7 juta sampai Rp2,5 juta. Setiap tahun ia bisa menjual hingga 150 ekor kambing.

“Biasanya harga ini cenderung naik ketika mendekati lebaran, namun kenaikan tidak jauh berbeda sebab tergantung stok dari peternak dan harga modal. Kalau modal juga tinggi kami juga jual harga yang sesuai,” jelas dia.

Sementara, Dinas Pertanian, Perternakan, Perkebunan dan Kehutanan (Distanakbunhut) Kota Bandar Lampung terus melakukan persiapan menjelang Idul Adha 2017. Kepala Distanakbunhut Bandar Lampung, Agustini mengatakan pihaknya telah menyiapkan tim pengecekan kesehatan hewan yang akan terjun di 20 kecamatan Kota Bandar Lampung.

“Seperti biasa kami siapkan tim turun di 20 kecamatan yang ada,” kata Agustini, Kamis (10/8/2017).

Tim ini, lanjut Agustini terdiri dari petugas dinas, dokter hewan dan perwakilan organisasi sarjana peternakan. Ada 26 petugas dinas yang akan turun pemeriksaan hewan kurban yang dijual kepada masyarakat. Namun ia belum bisa memastikan kapan tim akan turun mengecek kondisi hewan kurban.

“Biasanya tim baru turun seminggu sebelum hari H. Pemeriksaan sudah dilakukan sejak sekarang, nanti yang intensifnya seminggu sebelum Idul Adha sesuai instruksi pemerintah pusat,” jelasnya.

Untuk jumlah stok kambing dan sapi, menurutnya masih dalam kondisi aman. Dari data yang ia miliki, kebutuhan kambing mencapai 2.500 ekor dan sapi sekitar 1.800 ekor. Suplai hewan kurban Bandar Lampung sendiri masih didominasi dari luar daerah.

“Ada yang dari kita sendiri, tapi kebanyakan dari Lamtim, Lamteng, dan Lamsel. Dari jumlah kebutuhannya, masih mencukupi dari stok hewan kurban yang ada,” pungkasnya. (Wanda)

Tanggapan Anda:

Tanggapan anda: