Samsat Tanggamus Imbau Masyarakat Untuk Taat Pajak Motor dan Bea Balik Nama

404
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Ilustrasi

Kupastuntas.co, Tanggamus – Kantor Pelayanan Pajak Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Tanggamus meminta kepada masyarakat untuk selalu mentaati pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-BK).

Kepala Samsat Risano Awaludin Wiryawan mengatakan, saat ini Samsat Tanggamus berusaha seoptimal mungkin demi tercapainya target 100 persen pembayaran pajak tersebut. Dan untuk tren kenaikan pembayaran pajak dapat dilihat pada bulan Juli sampai Oktober, sebaliknya penurunan pembayaran pajak akan terjadi pada bulan Oktober hingga April.

“Masyarakat yang tinggal diwilayah Tanggamus mayoritas bekerja sebagai petani, jadi sangat wajar ketika mereka membayar pajak saat panen, dan panen raya hanya berlangsung di bulan Juli hingga akhir Oktober,” kata Risano, Kamis (10/8/2017).

Diakuinya, bahwa masyarakat di daerah masih belum seutuhnya menyadari akan pentingnya pembayaran pajak kendaraan. Kendala terkait pajak, dirasa olehnya harus dikoreksi bersama.

“Kendaraan yang terkena wajib pajak juga tidak bisa kita paksakan membayar, biasanya masyarakat enggan membayar pajak karena mereka lebih memilih membeli kendaraan baru, belum lagi saat ini perekonomian sedang mengalami pasang surut, jadi banyak faktor yang mempengaruhinya,” jelasnya.

Dirinya berencana, pertengahan bulan Agustus ini akan berkoordinasi bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus untuk memberikan sosialisasi dan mengajak peran serta masyarakat agar membayar kewajibannya sebagai warga negara yang baik.

“Tentu saja kita harapkan secepatnya dapat terealisasi, bisa saja kita memakai mekanisme jemput bola disetiap kecamatan, kami akan berkoordinasi ke pihak Pemkab. Sosialisasi tersebut akan menggandeng stakeholder terkait, misalkan Dispenda. Saya pikir perekonomian masyarakat yang baik akan sejalan dengan taatnya pembayaran pajak tersebut,” terangnya.

Hingga kini, penerimaan PKB dan BBN-KB yang telah masuk sampai dengan Juli 2017 mencapai separuh dari target Samsat, ia berharap tren kenaikan ini dapat terus bertumbuh. Ada sharing profit (bagi hasil) dengan pihak Pemkab setempat, namun presentasenya sedang dibahas di tingkat provinsi.

“Untuk PKB kita telah mencapai 58,02 % sedangkan BBN-KB mencapai 48 % dari target, pembayaran pajak yang lancar tentu akan berdampak pada pendapatan dan pembangunan daerah,” pungkasnya.(Yusuf)

Tanggapan Anda:

Tanggapan anda: