Sepanjang 2017, Dinkes Lampung Selatan Temukan 42 Penderita Baru HIV/AIDS, Tiga Diantaranya Wanita Hamil

339
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Lampung Selatan Kristi Endarwati. Foto:Dirsah/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Selatan – Sepanjang tahun 2017, terhitung sejak Januari hingga Juli, tim mobile vicity menemukan 42 penderita baru yang dinyatakan positif mengidap penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Lampung Selatan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Lampung Selatan Kristi Endarwati, Kamis (10/8/2017).

Menurut Kristi, angka tersebut bisa terus bertambah karena tim mobile vicity hingga saat ini masih melakukan pencarian/pemeriksaan di beberapa kecamatan di daerah setempat.

“Hingga saat ini, tim masih turun untuk melakukan pemeriksaan. Kita akan mencari lebih aktif lagi. Kalau kita diam saja, nggak bakalan ketemu,” ujarnya.

Dari 42 orang yang dinyatakan positif mengidap virus HIV/AIDS tiga orang diantaranya merupakan wanita hamil. Selain itu, terdapat pula penderita baru yang masih duduk dibangku sekolah.

“Untuk yang hamil, pada saat dia melahirkan akan dirujukkan ke RSUD Abdoel Moloek Bandar Lampung, agar lebih mudah dalam proses persalinan,” kata Kristi.

Mereka yang dinyatakan positif mengidap salah satu penyakit mematikan di dunia itu didominasi oleh masyarakat dengan rata-rata usia antara 25-50 tahun. Dan, untuk Kecamatan tertinggi ditemukan kasus tersebut adalah di Kecamatan Candipuro.

“Mereka yang dinyatakan positif ini berdasarkan hasil pemeriksaan darah dengan alat RDT (Rapid Diagnostic Test). Apabila dalam pemeriksaan menunjukan dua garis sebanyak tiga kali, maka dia dipastikan positif mengidap HIV/AIDS,” jelasnya.

Kristi mengatakan, untuk penderita akan dilakukan pengobatan Antiretroviral (ARV), untuk mengendalikan virus tersebut.

“Kita mengimbau perilaku si penderita, agar tidak menularkan ke pasanganya,” ujarnya.

Ia pun mengatakan, rata-rata mereka yang dinyatakan positif HIV/AIDS berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Dimana, mereka sebelumnya bekerja di luar daerah dan ada juga yang menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

“Mungkin dulunya kerap melakukan seks bebas, sehingga mereka tidak tahu dampaknya seperti ini. Kemudian, saat dilakukan pemeriksaan RDT, mereka positif mengidap virus itu,” jelasnya.

Untuk menekan agar penyebaran virus HIV/AIDS tersebut tidak semakin merambah, pihaknya terus menggiatkan sosialisasi dan penyuluhan “Aku Bangga Aku Tahu” (ABAT) kepada para pelajar di sekolah-sekolah di kabupaten berjuluk Gerbang Krakatau itu.

“Pencegahan-pencegahan terus kita lakukan, terutama dengan penyuluhan-penyuluhan kepada para pelajar agar mereka tidak masuk dalam prilaku kenakalan remaja, yang akhirnya melakukan tindakan seks bebas,” tandasnya. (Dirsah/Edu)

Tanggapan Anda:

Tanggapan anda: